Nusron Ajak Santri Kuasai STEM, Siapkan Jadi Penggerak Kebijakan Negara Masa Depan

Pendidikan70 Dilihat

CIREBON, SINKAP.info Nusron Wahid mendorong para santri untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disampaikannya saat memberikan motivasi kepada santri kelas XII SMAIQu di lingkungan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/4/2026).

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, Nusron menegaskan bahwa santri tidak hanya memiliki peluang menjadi ulama, tetapi juga dapat berkontribusi sebagai pelaksana kebijakan negara atau yang disebutnya sebagai hikmatal hukama.

“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain dikader sebagai ulama, santri juga bisa menjadi kader pelaksana kebijakan,” ujarnya di hadapan pengasuh pesantren, Buya Yahya.

MENARIK DIBACA:  Nusron Bongkar Fakta Tanah Tak Bersertifikat, Mahasiswa Diajak Sadar Nilai Ekonominya

Menurut Nusron, hikmatal hukama mencakup peran teknokrat maupun birokrat yang berperan dalam proses perumusan hingga pelaksanaan kebijakan di berbagai sektor strategis. Ia menilai, peran tersebut sangat menentukan arah pembangunan nasional.

Lebih lanjut, Nusron menekankan pentingnya penguasaan bidang STEM sebagai fondasi kekuatan suatu negara. Ia mencontohkan negara seperti Iran yang mampu bertahan di tengah tekanan global karena kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.

“Ketahanan sebuah negara ditentukan oleh kemampuan menguasai sektor-sektor strategis, termasuk teknologi dan energi,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan di bidang-bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, dan geologi guna mendukung kemandirian bangsa.

MENARIK DIBACA:  Menteri Nusron Ajak Generasi Muda Bangun Tata Ruang dan Pertanahan Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Nusron juga memaparkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran hikmatal hukama, yaitu pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.

Di akhir sambutannya, Nusron menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, termasuk para santri.

“Negara ini membutuhkan santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, terutama saat Indonesia menuju usia 100 tahun,” pungkasnya.