Festival Sanyuesan Wuzhishan Hadirkan Fashion Air dan Tradisi Kuno yang Memukau

GLOBAL, Wisata62 Dilihat

WUZHISHAN, SINKAP.info — Festival Sanyuesan di Wuzhishan tampil berbeda pada 2026 dengan sentuhan modern yang memadukan ritual kuno dengan panggung mode kontemporer. Rangkaian acara yang berlangsung pada 15–19 April ini menghadirkan nuansa etnis yang kental dan menarik perhatian wisatawan serta masyarakat lokal.

Festival yang merupakan bagian dari perayaan budaya di Hainan ini menghadirkan berbagai atraksi unik, termasuk pertunjukan busana di atas air bertajuk “Miss Li · Hainan Sanyuesan Water Village Show”. Panggung inovatif ini menggunakan permukaan air sebagai runway dengan latar hutan hujan tropis, menampilkan budaya tradisional suku Li dan Miao dalam balutan konsep modern.

Seorang wisatawan, Alex, mengaku awalnya datang ke wilayah tersebut untuk menikmati teh hitam khas Wuzhishan. Namun, ia justru terpesona oleh pengalaman tak terduga menyaksikan peragaan busana di atas air.

“Saya bisa mengambil banyak gambar menarik. Awalnya hanya ingin menikmati teh, tapi sekarang saya juga tertarik dengan budaya Wuzhishan,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Central Yards Edible Art Fair Hadir, Padukan Seni dan Kuliner di Hong Kong

Selain pertunjukan mode, festival tahun ini juga menggabungkan berbagai elemen seperti ekologi hutan hujan, warisan budaya takbenda, teknologi, dan pariwisata. Pertunjukan drone yang membentuk simbol totem kuno suku Li, seperti burung Gan’gong, menjadi salah satu daya tarik utama di malam hari. Beragam pertunjukan seni, mulai dari tari hingga drama, turut memeriahkan suasana.

Pengunjung juga dimanjakan dengan pengalaman kuliner melalui jamuan makan sepanjang 600 kursi di tepi air, yang menyajikan hidangan khas lokal seperti sup ikan asam dan nasi ketan tiga warna.

Festival ini tidak hanya menawarkan tontonan visual, tetapi juga pengalaman interaktif. Pada 2025, acara ini berhasil menarik sekitar 175 ribu pengunjung dan menghasilkan konsumsi hingga 110 juta yuan. Tahun ini, pemerintah setempat memperkenalkan lima rute wisata unggulan berbasis ekologi, termasuk kawasan pakis purba, kebun teh hutan hujan tropis, dan Teras Yahu.

MENARIK DIBACA:  McCain Foods Luncurkan SureCrisp Max™, Inovasi Baru untuk Standar Pengiriman Makanan

Seorang wisatawan asal Heilongjiang, Shan Lijun, menilai festival ini berhasil menghadirkan budaya tradisional dengan cara yang lebih menarik.

“Dulu budaya terasa jauh, tapi di sini saya bisa minum teh, menonton pertunjukan, dan menari bersama warga. Rasanya sangat menarik,” katanya.

Selain itu, festival ini juga menjadi ajang perkembangan industri budaya lokal. Kompetisi desain busana berbahan tenun Li (Li brocade) menampilkan karya kreatif yang menggabungkan kerajinan tradisional dengan tren mode modern. Warisan budaya ini sebelumnya masuk dalam daftar perlindungan darurat UNESCO, dan kini telah diakui dalam daftar representatif warisan budaya takbenda dunia serta mulai merambah pasar internasional.

Dengan perpaduan inovasi dan tradisi, Festival Sanyuesan di Wuzhishan menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat dikemas secara modern untuk menarik perhatian global sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata.