Policy20 Money20/20 Asia Dorong Kolaborasi Regulasi dan Masa Depan Keuangan Digital

GLOBAL, TEKNOLOGI66 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info — Ajang fintech global Money20/20 Asia 2026 menghadirkan forum kebijakan Policy20 yang mempertemukan lebih dari 80 pembuat kebijakan, regulator, dan pelaku industri dari seluruh Asia. Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 April di Queen Sirikit National Convention Center ini menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menghadapi konvergensi teknologi, keuangan, dan regulasi.

Salah satu agenda utama adalah pertemuan tertutup para gubernur bank sentral dan pimpinan regulator yang membahas konsep “sovereign intelligence”. Forum ini menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kebijakan nasional di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan keuangan digital.

Dari diskusi tersebut, para peserta menyepakati tiga pilar strategis utama, yakni penguatan kedaulatan melalui partisipasi dalam standar global, pembangunan sistem keuangan lintas negara yang tangguh dan terkoordinasi, serta pengawasan proaktif berbasis data dan teknologi AI.

MENARIK DIBACA:  Sanya Pamerkan Ratusan Yacht Canggih, Bidik Jadi Pusat Industri Asia Pasifik

Ian Fong, VP Content Asia Money20/20, menyatakan bahwa konsensus ini menunjukkan pergeseran peran regulator dari sekadar pengawas menjadi arsitek sistem keuangan masa depan.

“Para pemimpin kebijakan kini tidak hanya mengelola teknologi, tetapi juga menyusun cetak biru untuk menjaga stabilitas keuangan global,” ujarnya.

Selain itu, forum Policy20 menyoroti perubahan pendekatan regulasi menuju model co-creation atau kolaborasi antara regulator dan sektor swasta. Model ini dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dibandingkan pendekatan konvensional yang cenderung statis.

Kepercayaan (trust) juga menjadi fondasi utama dalam inovasi keuangan digital. Seiring berkembangnya ekosistem digital, transparansi sistem, tata kelola yang kuat, dan keselarasan regulasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas.

Diskusi turut menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur keuangan yang inklusif dan mudah diakses. Para peserta sepakat bahwa inovasi harus diimbangi dengan kemudahan penggunaan dan keterjangkauan agar dapat menjangkau masyarakat luas, khususnya kelompok yang belum terlayani.

MENARIK DIBACA:  Kontradiksi UU Kewarganegaraan India: Semua Agama Boleh Kecuali Islam

Ke depan, para ahli memprediksi ekosistem keuangan akan berkembang menjadi sistem multi-rail, di mana berbagai instrumen seperti perbankan tradisional, stablecoin, dan aset digital dapat berjalan berdampingan dengan interoperabilitas yang kuat.

Meski inovasi terus berkembang pesat, forum ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara percepatan teknologi dan keamanan. Perlindungan konsumen, stabilitas sistem keuangan, dan akuntabilitas tetap menjadi prioritas utama.

Melalui Policy20, Asia dinilai tidak lagi sekadar mengikuti perkembangan era digital, tetapi mulai mengambil peran dalam membentuk standar global untuk regulasi keuangan yang bertanggung jawab.