SINGAPURA, SINKAP.info – ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) bersama SuperX AI Technology Limited resmi meluncurkan AI Innovation Centre di Singapura guna mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) bagi pelaku industri.
Pusat inovasi yang berlokasi di fasilitas STT Singapore 5, Tai Seng, ini dirancang untuk membantu perusahaan mempercepat proses pengembangan AI, mulai dari tahap eksperimen hingga implementasi skala produksi dalam waktu singkat.
Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman kedua perusahaan pada Januari 2026. Sejak dibuka, pusat ini telah digunakan oleh sejumlah pengguna awal yang memanfaatkan komputasi berperforma tinggi untuk kebutuhan seperti pemodelan kompleks dan simulasi data skala besar.
Langkah ini diambil di tengah masih adanya kesenjangan infrastruktur AI di kawasan Asia. Studi STT GDC bertajuk “Mind the Gap: Bridging the AI Infrastructure Divide” mengungkapkan bahwa banyak organisasi masih tertahan pada tahap pengembangan AI akibat keterbatasan infrastruktur dasar.
Melalui pusat inovasi ini, STT GDC dan SuperX menghadirkan solusi komprehensif berupa infrastruktur AI siap pakai yang mampu mengatasi hambatan tersebut.
Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi komputasi generasi terbaru, termasuk GPU NVIDIA Blackwell dengan kapasitas memori tinggi, server berbasis Intel Xeon, serta jaringan berkecepatan tinggi untuk mendukung pemrosesan data secara optimal.
Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan portal layanan khusus yang memungkinkan penyediaan sumber daya GPU secara cepat dan fleksibel. Seluruh proses dijalankan dalam lingkungan lokal Singapura yang aman, sehingga memenuhi standar keamanan data bagi industri yang diatur ketat.
Country Head STT GDC Singapura, Mingcheng Lim, menyatakan bahwa infrastruktur yang andal menjadi fondasi utama dalam strategi AI.
“Pusat ini bukan sekadar tempat uji coba, tetapi menjadi landasan bagi perusahaan untuk mencapai hasil nyata dan memperkuat posisi dalam pengembangan AI,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Technology Officer SuperX, Kenny Sng, menekankan bahwa pusat inovasi ini dirancang untuk mengatasi kompleksitas dan biaya tinggi dalam pengembangan AI.
“Kami ingin memungkinkan perusahaan mengimplementasikan AI dalam hitungan hari, bukan bulan,” katanya.
AI Innovation Centre ini terbuka bagi perusahaan, bisnis regional, hingga institusi pendidikan tinggi. Pengguna juga diberikan akses uji coba gratis selama 14 hari untuk menguji performa, efisiensi biaya, dan kompatibilitas sebelum mengadopsi solusi secara penuh.
Ke depan, fasilitas ini juga menawarkan opsi implementasi AI skala penuh, termasuk model hybrid dan private AI, serta dukungan ekspansi melalui jaringan global STT GDC.
Peluncuran ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital dan mendorong inovasi berbasis AI di kawasan Asia Pasifik.







