Huawei Cloud Luncurkan Token AI Asia Pasifik, Akses Teknologi Canggih Kini Lebih Mudah

TEKNOLOGI213 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info Huawei Cloud resmi meluncurkan layanan terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Pasifik dalam ajang Huawei Cloud AI Boost Day yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam acara bertema “Agentic AI Practice” tersebut, Huawei Cloud memperkenalkan MaaS (Model-as-a-Service), sebuah layanan token AI yang dirancang untuk memudahkan perusahaan dan pengembang dalam mengakses serta mengelola model kecerdasan buatan secara efisien.

Peluncuran ini merupakan kelanjutan dari pengembangan layanan AI Compute Service yang sebelumnya telah hadir di sejumlah wilayah seperti Hong Kong, Thailand, Indonesia, dan Singapura pada 2025.

Melalui MaaS, Huawei Cloud menyediakan akses ke berbagai model AI populer seperti GLM, DeepSeek, dan Qwen. Model-model ini mendukung berbagai kebutuhan, mulai dari tanya jawab cerdas hingga pengembangan kode berbasis AI.

MENARIK DIBACA:  Bridge Data Centres Ganti Identitas, Perkuat Infrastruktur Hyperscale dan AI Asia Pasifik

Layanan ini memungkinkan pengguna mengakses model secara instan (one-click access) tanpa harus membangun infrastruktur dari awal. Selain itu, sistem berbasis elastic compute dan skema pembayaran sesuai penggunaan (pay-per-use) memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengintegrasikan AI ke dalam sistem mereka.

Salah satu sorotan utama adalah dukungan terhadap model terbaru GLM-5, yang diklaim memiliki performa unggul dalam kemampuan coding dan pengembangan agen AI untuk kebutuhan sistem kompleks di lingkungan perusahaan.

Huawei Cloud juga memperkuat ekosistem AI-nya dengan menghadirkan berbagai solusi pendukung, seperti CloudMatrix AI Infra, ModelArts untuk pelatihan model, CodeArts untuk pengembangan kode, AgentArts untuk platform agen AI, serta DataArts untuk pengelolaan data.

Ke depan, Huawei Cloud berencana meluncurkan CodeArts dan AgentArts di luar China pada paruh kedua 2026.

MENARIK DIBACA:  Ivory Mei Perkuat Lagu Mandarin Anak Indonesia, Siap Tampil di Ajang Nasional

Di kawasan Asia Pasifik, Huawei Cloud telah membangun jaringan infrastruktur yang mencakup lima region dan 18 availability zones di Singapura, Thailand, Hong Kong, Indonesia, dan Filipina. Infrastruktur ini diklaim mampu menghadirkan latensi akses hingga 50 milidetik.

Sejumlah perusahaan telah memanfaatkan layanan ini, termasuk iFLYTEK yang menggunakan Huawei Cloud untuk mempercepat pelatihan model bahasa besar dalam ekspansi globalnya. Selain itu, perusahaan mobilitas hijau Green and Smart Mobility juga mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keamanan layanan berbasis AI dan IoT.

Huawei Cloud menegaskan akan terus berinvestasi dalam inovasi AI guna menyediakan layanan cloud yang aman, stabil, dan cerdas, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan di era digital.