BEIJING, SINKAP.info — Festival Taman di Beijing kembali digelar meriah, menghadirkan perpaduan lanskap bunga yang memukau dengan sentuhan budaya khas Timur. Acara yang berlangsung di Chaoyang District ini menyulap kawasan perkotaan menjadi hamparan taman hidup yang memikat wisatawan dan warga lokal.
Festival ini turut menarik perhatian Apinya Charunpumhiran, pakar asal Thailand dari China International Communications Group sekaligus influencer media sosial. Ia menjelajahi berbagai titik utama festival dan mendokumentasikan keindahan alam serta pesona budaya yang ditawarkan.
Salah satu program unggulan dalam festival ini adalah pembangunan Zona Demonstrasi Kota Taman, sebuah inisiatif pemerintah distrik Chaoyang untuk mengintegrasikan ruang hijau ke dalam kehidupan urban. Konsep ini menghadirkan keseimbangan antara hiruk-pikuk kota dengan ketenangan alam, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perjalanan Apinya dimulai dari Beixiaohe Park, yang tengah dipenuhi bunga sakura bermekaran. Selain panorama bunga, taman ini juga menampilkan pertunjukan “dewi bunga” serta robot bertema sakura yang menambah daya tarik bagi pengunjung.
Ia kemudian melanjutkan pengalaman unik dengan menyusuri jalur air bertema sakura menggunakan perahu tradisional. Dari atas air, panorama bunga yang tertiup angin memberikan nuansa romantis yang berbeda dibandingkan melihatnya dari darat.
Destinasi berikutnya adalah Yuan Dynasty City Wall Relics Park, yang memiliki lebih dari 10 ribu pohon crabapple dari lebih 50 varietas. Dalam budaya Tiongkok, bunga ini melambangkan kecantikan perempuan. Salah satu varietas yang paling populer adalah midget crabapple, yang dikenal karena aromanya yang lembut dan telah lama dipuji dalam karya sastra klasik.
Festival ini menampilkan keindahan musim semi yang penuh warna, mulai dari sakura hingga bunga crabapple. Menurut Apinya, inisiatif kota taman yang dijalankan pemerintah Chaoyang tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan konsep yang memadukan alam, budaya, dan gaya hidup modern, Festival Taman Chaoyang menjadi simbol transformasi Beijing sebagai kota taman yang romantis dan berdaya tarik global.







