Huawei Perkenalkan Teknologi Jaringan Baru, Kecepatan Internet Tembus Lebih dari 10 Gbps

GLOBAL, TEKNOLOGI58 Dilihat

SHANGHAI, SINKAP.info – Huawei memperkenalkan sejumlah inovasi teknologi untuk mengembangkan jaringan komunikasi generasi baru dalam ajang Huawei Decoding China 2026 di Shanghai, China, 29 Oktober 2026.

Inovasi tersebut mencakup teknologi RetinaMIMO, material baru, dan solusi OSCAR yang dirancang untuk meningkatkan jangkauan jaringan, efisiensi energi, serta kapasitas komunikasi.

Wakil Presiden Korporat sekaligus Presiden Wireless Network Solution Huawei, Fang Xiang, mengatakan pengembangan teknologi tersebut difokuskan pada pemerataan kualitas konektivitas, penyederhanaan jaringan, efisiensi energi, dan peningkatan penggunaan spektrum frekuensi.

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah VitaAAU, perangkat komersial pertama di dunia berbasis U6 GHz. Teknologi RetinaMIMO yang digunakan diklaim mampu memperluas jangkauan sekitar 30 persen dibandingkan produk sejenis dengan 1.024 elemen antena. Perangkat ini juga telah digunakan secara komersial di Uni Emirat Arab dan sejumlah pasar lain, dengan kecepatan unduh puncak lebih dari 10 Gbps.

MENARIK DIBACA:  Pemerintah Targetkan Atasi 2.500 Desa Blankspot pada 2026, Dorong Akselerasi Indonesia Digital

Huawei juga meluncurkan seri GigaGreen Plus yang mengandalkan material dan arsitektur baru untuk mengurangi ukuran, bobot, serta konsumsi daya perangkat jaringan. Sementara seri UBBPi dikembangkan menggunakan solusi OSCAR untuk meningkatkan efisiensi spektrum dan pengalaman pengguna. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan pengalaman rata-rata pengguna hingga 1,3 kali sekaligus mengurangi konsumsi daya sekitar 40 persen.

MENARIK DIBACA:  Thailand Punya Modal Rahasia Hadapi Krisis Global, Kata Dekan NUS

Di bidang jaringan otonom berbasis kecerdasan buatan (AI), Huawei memperkenalkan RANSpirit. Teknologi tersebut telah diterapkan pada lebih dari 1,2 juta sel jaringan di 25 jaringan global dan membantu lebih dari 2.000 teknisi dalam pengelolaan jaringan.

Huawei juga mendorong pengembangan ekosistem terbuka melalui kolaborasi dengan mitra industri, termasuk pengembangan standar A2A-T, komunitas sumber terbuka, serta kerja sama melalui Linux Foundation dan GSMA.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Huawei menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengembangan jaringan komunikasi masa depan melalui kemajuan teknologi dan kolaborasi industri secara global.