Wamen Ossy Bongkar Peran Penting Administrator ATR/BPN sebagai Penggerak Perubahan Besar

NASIONAL23 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, mendorong para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 untuk menjadi pemimpin perubahan yang mampu membawa transformasi nyata di unit kerja masing-masing.

Menurut Ossy, peran Pejabat Administrator sangat strategis dalam mendukung perubahan di Kementerian ATR/BPN, khususnya dalam menghadirkan pelayanan pertanahan dan tata ruang yang semakin mudah, cepat, profesional, dan dipercaya masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ossy saat memberikan pengarahan secara daring dalam kegiatan PKA Tahun 2026, Senin (27/7/2026). Ia menegaskan bahwa pejabat administrator tidak hanya bertugas menjalankan rutinitas organisasi, tetapi harus menjadi penggerak utama perubahan.

“Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” ujar Ossy.

MENARIK DIBACA:  Bupati Meranti Sambut Baik Bantuan RDTR untuk Menarik Investor

Dalam kesempatan tersebut, Wamen ATR/Waka BPN menyampaikan materi bertajuk “Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia” kepada ratusan peserta PKA Tahun 2026.

Ia menjelaskan, transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN memiliki tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan institusi yang adaptif, penguatan integritas, serta peningkatan kemudahan akses layanan pertanahan dan tata ruang.

“Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat,” kata Ossy.

Lebih lanjut, Ossy menyampaikan bahwa transformasi kelembagaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembaruan sistem dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam memastikan perubahan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Karena itu, ia meminta seluruh Pejabat Administrator untuk memiliki pola pikir terbuka terhadap perubahan, terus meningkatkan kompetensi, serta mampu membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.

MENARIK DIBACA:  Pemerintah Indonesia Tindak Tegas, Tutup Tiga Pabrik Baja di Banten karena Polusi Udara

“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” ungkapnya.

Ossy berharap para peserta PKA Tahun 2026 dapat kembali ke unit kerja masing-masing dengan membawa semangat sebagai agen perubahan. Dengan semakin banyak pejabat yang mampu menggerakkan transformasi, ia optimistis perubahan di Kementerian ATR/BPN tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi gerakan bersama.

“Saya yakin apabila seluruh administrator pulang dengan tekad menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing, maka transformasi Kementerian ATR/BPN bukan lagi sekadar program, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk membangun pelayanan publik yang semakin baik, birokrasi yang profesional, memperkuat kepastian hukum pertanahan dan tata ruang, serta ikut membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Ossy.