Proyek Microgrid Rp2 Triliun Dimulai, Ribuan Rumah Filipina Segera Nikmati Listrik 24 Jam

Bisnis, GLOBAL170 Dilihat

MANILA, SINKAP.infoMaharlika Consortium resmi memulai pembangunan proyek microgrid terbesar sektor swasta di Filipina dengan nilai investasi sekitar ₱2,1 miliar atau setara Rp2 triliun. Proyek ini ditargetkan menyediakan listrik bersih dan andal bagi lebih dari 11.500 rumah tangga di wilayah terpencil.

Groundbreaking proyek dilakukan setelah mendapat persetujuan regulator dari Energy Regulatory Commission, membuka jalan bagi percepatan elektrifikasi pedesaan di negara tersebut.

Melalui anak usahanya, Archipelago Renewables Corporation (ARC) dan ARC II, konsorsium bekerja sama dengan WEnergy Global dan CleanGrid Partners untuk membangun 24 sistem microgrid di wilayah Palawan, Cebu, dan Quezon.

Proyek ini akan memanfaatkan teknologi energi terbarukan seperti panel surya, sistem penyimpanan baterai (BESS), serta pembangkit hybrid berbasis diesel efisien. Infrastruktur ini dirancang untuk menghadirkan listrik 24 jam secara stabil, terutama bagi wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik utama.

MENARIK DIBACA:  Media OutReach Newswire Gandeng Asia News Network Perluas Distribusi Berita Korporasi Asia

Selain meningkatkan akses energi, proyek ini juga diperkirakan menciptakan sekitar 300 lapangan kerja selama masa konstruksi dan puluhan pekerjaan tetap untuk operasional dan pemeliharaan.

Presiden Filipina, Ferdinand R. Marcos Jr., bersama sejumlah pejabat energi nasional, disebut mendukung percepatan proyek elektrifikasi ini sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional, terutama di tengah krisis energi global.

Wali Kota San Vicente, Ramir R. Pablico, menyambut baik pembangunan tersebut. Ia menilai proyek ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Ini bukan sekadar pembangunan listrik, tetapi juga membangun harapan bagi masyarakat,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Lane Crawford Gandeng A Diamond Is Forever Luncurkan Seri Berlian Alami Eksklusif

Dukungan juga datang dari komunitas lokal dan masyarakat adat yang menilai akses listrik akan berdampak besar pada pendidikan, ekonomi, dan keberlanjutan budaya.

Duta Besar Singapura untuk Filipina, Constance See, menegaskan proyek ini sebagai simbol kerja sama internasional yang berdampak nyata.

“Ini bukan hanya proyek energi, tetapi proyek pembangunan yang memperkuat kehidupan masyarakat,” katanya.

Dengan dimulainya pembangunan, Maharlika Consortium menargetkan seluruh proyek microgrid dapat beroperasi secara bertahap hingga akhir 2026, menghadirkan listrik berkelanjutan bagi lebih dari 50.000 warga di berbagai daerah terpencil Filipina.

Proyek ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih di kawasan Asia Tenggara.