Nusron Wahid Tekankan Kebermanfaatan Saat Pengukuhan MUI NTB di Mataram

NASIONAL, Politik31 Dilihat

MATARAM, SINKAP.info – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masa khidmat 2025–2030. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya prinsip kebermanfaatan dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Acara yang digelar di Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram pada Sabtu (11/4/2026) tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam sambutannya, Nusron Wahid mengajak para ulama menjadikan prinsip yanfa’unnaas atau memberi manfaat bagi sesama sebagai landasan utama dalam berkhidmat.

“Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi umat manusia akan bertahan di muka bumi. Karena itu, melalui MUI, mari kita bersama-sama berikhtiar menghadirkan kebermanfaatan di bidang masing-masing,” ujarnya.

Menurut Nusron, kebermanfaatan merupakan ciri utama seorang ulama, yang diwujudkan melalui dedikasi waktu, tenaga, pikiran, hingga harta demi kemaslahatan umat. Ia juga mendorong MUI mengambil peran strategis melalui kontribusi nyata di berbagai sektor.

MENARIK DIBACA:  Audiensi ke Kemenhub, Wabup Meranti Dorong Konektivitas Antarwilayah Jadi Prioritas Pembangunan

Ia memaparkan sedikitnya tujuh bidang pengabdian yang dapat menjadi fokus, di antaranya penguatan kehidupan beragama, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan pendidikan Islam yang berkualitas. Selain itu, pembinaan moral, pendampingan sosial, hingga penguatan nilai spiritual juga dinilai penting di tengah masyarakat.

Di sektor ekonomi, Nusron menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai rata-rata 5 persen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya, distribusi manfaatnya belum merata.

“Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata. Karena itu, MUI perlu berperan dalam menyiapkan kader-kader ekonomi umat, tidak hanya fokus pada kader fikih, tetapi juga sektor ekonomi,” tegasnya.

Sementara dalam bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam, terutama dengan penguatan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Ia menilai keseimbangan antara ilmu agama dan teknologi menjadi kunci kemajuan umat.

MENARIK DIBACA:  Menteri ATR/BPN Instruksikan Transformasi Layanan Pertanahan Modern di Kaltim

“Ilmu agama penting, tetapi harus diseimbangkan dengan ilmu teknologi,” tambahnya.

Sejalan dengan tema kegiatan “Sinergi Ulama dan Umara Menjaga NKRI dari NTB”, Nusron berharap MUI bersama organisasi Islam lainnya dapat berkontribusi dalam memperkuat bangsa melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pengukuhan pengurus MUI NTB ditandai dengan pembacaan surat keputusan oleh Subhan Abdullah Acim, dilanjutkan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh Masduki Baidlowi. Adapun Ketua Umum MUI NTB yang dikukuhkan adalah TGH Badrun beserta jajaran pengurus lainnya.

Acara ini turut dihadiri anggota DPR RI Fauzan Khalid, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Rektor UIN Mataram Masnun Tahir, serta unsur Forkopimda dan anggota MUI se-NTB.

Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini mencerminkan sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menjaga keutuhan bangsa sekaligus mendorong pembangunan berbasis nilai keagamaan dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas.