Ilmuwan AS Raih Penghargaan Dunia Berkat Terobosan Besar Keamanan Air Global

GLOBAL, TEKNOLOGI209 Dilihat

SINGAPURA, SINKAP.info – Ahli mikrobiologi asal Amerika Serikat, Profesor Joan Bray Rose, meraih Lee Kuan Yew Water Prize 2026 atas kontribusinya dalam mengembangkan pendekatan ilmiah Quantitative Microbial Risk Assessment (QMRA) untuk meningkatkan keamanan air minum dan sistem daur ulang air di dunia.

Penghargaan bergengsi tersebut diberikan sebagai pengakuan atas peran Rose dalam merevolusi pengelolaan risiko mikroba, yang kini menjadi acuan global dalam menjaga kualitas air dan melindungi kesehatan masyarakat.

Dalam keterangannya, Rose menyampaikan rasa terhormat atas penghargaan yang diterimanya. Ia menekankan bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi tantangan global yang tidak merata.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia, namun distribusinya belum merata. Pendekatan berbasis risiko menjadi kunci untuk memastikan sistem air tetap aman dan andal,” ujarnya.

Rose dikenal sebagai pelopor QMRA sejak 1990-an, sebuah metode berbasis sains yang mampu mengukur risiko infeksi akibat patogen dalam air. Pendekatan ini mengubah paradigma pengelolaan air dari reaktif menjadi preventif, dengan fokus pada prediksi dan pencegahan risiko.

MENARIK DIBACA:  Hong Leong Bank Raih Tiga Penghargaan Bergengsi, Bukti Transformasi Digital Sukses

Penelitiannya bermula dari investigasi wabah penyakit yang ditularkan melalui air di Amerika Serikat, termasuk kasus besar di Milwaukee pada 1993 yang menyebabkan ratusan ribu orang jatuh sakit. Dari studi tersebut, ia mengungkap bahwa patogen seperti Cryptosporidium dapat lolos dari sistem pengolahan air konvensional.

Seiring waktu, QMRA diadopsi secara luas dalam standar internasional, termasuk pedoman kualitas air minum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan regulasi di berbagai negara. Metode ini memungkinkan penentuan standar pengolahan air berdasarkan tingkat risiko kesehatan yang dapat ditoleransi.

Kontribusi Rose juga meluas pada pengembangan sistem penggunaan kembali air (water reuse), yang kini menjadi solusi penting dalam menghadapi krisis air global. Ia terlibat dalam penyusunan kebijakan di berbagai wilayah, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Di Singapura, peran Rose dinilai signifikan dalam pengembangan NEWater, sistem daur ulang air nasional yang menjadi salah satu sumber air utama negara tersebut. Ia juga berkontribusi dalam penguatan sistem pemantauan kualitas air melalui kerja sama dengan badan air nasional Singapura.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Jadi Tuan Rumah Sidang Umum INTERPOL 2026, Perkuat Keamanan Global

Sepanjang kariernya, Rose aktif mendorong kolaborasi global dan pengembangan kapasitas melalui berbagai inisiatif, termasuk pelatihan dan proyek internasional terkait patogen air.

Lee Kuan Yew Water Prize merupakan penghargaan internasional yang diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi dalam solusi inovatif terhadap permasalahan air dunia. Penghargaan ini akan diserahkan pada 16 Juni 2026 dalam rangkaian Singapore International Water Week (SIWW) 2026.

Selain piagam dan medali emas, penerima penghargaan juga mendapatkan hadiah sebesar 300 ribu dolar Singapura.

Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Profesor Joan Bray Rose sebagai salah satu tokoh terkemuka dunia dalam bidang mikrobiologi air, yang kontribusinya telah memberikan dampak nyata bagi jutaan orang di seluruh dunia.