Beranda DPRD

Gusmiyadi DPRD Sumut Gelar Reses dan Kompetisi Mengolah Nenas Raja Buntur Simalungun

359

SIMALUNGUN, SINKAP.infoAnggota DPRD Provinsi Sumatera utara dari Fraksi Gerindra, Gusmiyadi. akan mengadakan Reses di Dapilnya mulai tanggal 4 hingga 11 Juli 2020. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang bertujuan untuk menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan dari masyarat, sehingga bisa menyampaikannya kepada pemerintah daerah untuk mencari solusi solusi setiap permasalahan.

Wakil rakyat yang kerap di sapa Bung Goben ini melakukan Resesnya di Nagori Buntu Turunan Kecamatan Hatonduhan kabupaten Simalungun, Senin (6/7). Adapun kegiatan tersebut dilakukan dengan menyerap Aspirasi dari masyarakat sekaligus mengadakan kompetisi Lomba Mengolah Nenas Raja Buntur.

Memulai kegiatan, Melisa Sihombing S Pd I selaku Perangkat Nagori  sekaligus menjadi Pranata kegiatan menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, hal yang sama juga ia sampaikan kepada Angggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Gerindra yaitu Gusmiyadi. Harapan Melisa dengan kehadiran bung Goben di Nagori Buntu Turunan kedepan bisa membawa Manfaat yang lebih besar kepada mereka dan desa tetangga.

Dipandu oleh anggota  PKK Nagori Buntu Turunan, Reses dimulai dengan  menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan dilanjutkan pembacaan doa oleh Pak Saidi.

Dalam sambutannya, Pangulu Buntu Turunan Roberton Nainggolan SE menyampaikan, beberapa program kerja pemerintah Nagori Buntu Turunan kedepannya, salah satunya kelanjutan perbaikan jalan menuju Destinasi Danau Toba yang telah berjalan dari hasil program kesepakatan Membangun Desa bersama Pengusaha. Menurutnya, dalam pertengahan bulan juli 2022 akan dilakukan pengaspalan di jalan yang dinilai perlu.

“Sebelumnya kita telah melakukan pembatuan di setiap jalan yang berlobang, jadi kali ini kita akan coba mengikatnya dengan melakukan pengaspalan sembari menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, mudah mudahan berjalan sesuai rencana,” tutur Nainggolan.

Dikatakan Nainggolan, setiap program pemerintah sudah pasti ada istilah RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) akan tetapi harapan kami kepada pak Dewan kami mengharap RPMJ (Rencana Pembangunan Masa Jabatan) realisasinya terjadi semasa Pak Dewan masih menjabat di DPRD Provinsi Sumatera utara, sehingga kami telah menyusunnya berupa bentuk proposal yang akan kami serahkan secara simbolik pada bapak, karena penyerahannya nanti tentu berbeda beda sesaui dengan instansi terkait.

Sementara itu dalam Resesnya, Gusmiyadi  memaparkan beberapa  program kerja yang telah terealisasi dilaksanakan, begitupun jika tidak ada halangan dan program kerja kedepan bisa berjalan sesuai rencàna.

“Tentu nantinya bisa berkontribusi untuk Nagori Buntu Turunan. Semoga kehadiran saya bersilaturahmi di Nagori Buntu Turunan pada kunjungan kerja dapat dilaksankan sesuai rencana kedepannya,” kata Gusmiyadi.

Gusmiyadi mengatakan, namanya Reses dalam pemikiran masyarat ada istilah uang duduk atau biasa di istilahkan cair, pandangan ini harus diperbaiki dan dirubah dari pola fikir masyarakat. Kenapa kadang  wakil rakyat malas turun ke desa desa untuk mendengar dan menyerap aspirasi rakyat, karena mereka akan berfikir cost politik yang tinggi, pasti uang keluar yang besar.

“Namun saya akan hadir ditengah tengah masyarakat untuk mendengar keluhan masyarat dan memberikan masyarakat uji kompetensi dalam meningkatkan segala sumber daya yang ada di daerahnya,” imbuhnya.

Bayangkan, sambung politisi Gerindra, petani dan peternak kita mengerti bagaimana cara mengelola tanaman dan ternaknya dengan baik, namun masyarakat kurang mampu bagaimana cara menambah daya jualnya dan nilai tambahnya.

“Nah untuk itulah saya hadir di desa desa. Kita ambillah contoh Nenas Raja Buntur, jika dibeli per buahnya paling harganya sekitar dua puluh hingga tiga puluh ribu, namun ketika diolah dengan berbagai kreatif pasti ditargetkan memperoleh ratusan ribu rupiah, jadi  sebenarnya jika kita olah dengan kreatif pasti kemakmuran masyarakat bisa dicapai,” terangnya.

Gusmiyadi melanjutkan, untuk Tahun ini kita akan menfasilitasi dua kelompok tani mendapatkan bantuan ternak ayam dan dua kelompok tani lainnya juga akan kita fasilitasi mendapat ternak lembu, sementara ada juga dua kelompok tani mendapatkan bantuan ternak kambing dan untuk Buntur kita upayakan kedepannya kelompok taninya kita bantu.

Namun, Gusmiyadi mengingatkan, untuk kelompok Tani Buntu Turunan yang mengusulkan permohonan bantuan ternak, saya akan memberikan bantuan 50 ekor bebek yang siap bertelur. Harapan saya bantuan diberikan bisa berkembang dan nantinya bisa menjadi contoh di dusun yang lain.

Selanjutnya Gusmiyadi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan pertanyaan dan tanggapan, dari beberapa  pertanyaan masyarakat tidak ada yang begitu menyolok hanya mereka meminta agar Pemerintah segera membantu memperbaiki akses jalan menuju daerah mereka khususnya jalan menuju Destinasi Danau Toba, karena hal  itu akan sangat menunjang perekonomian masyarakat.

Pada kesempatan reses, Gusmiyadi selaku anggota DPRD provinsi Sumatera utara  didampingi Pangulu Nagori Buntu Turunan, Roberton Nainggolan SE,bersama ketua PKK Nagori Buntu Turunan  Siti Maysaroh Sirait, dan beberapa  stakeholder yang ada di Nagori Buntu Turunan  menyempatkan untuk melakukan penanaman Bibit  Nenas Raja Buntur di lahan warga.

Disela sela penanaman Bibit Nenas Raja Buntur, Ketua PKK Nagori Buntu Turunan Siti Maysaroh  kepada wartawan menjelaskan, selaku ketua PKK tentu merasa bangga karena saat ini nenas Raja Buntur yang merupakan salah satu produksi Tani asli Nagori  Buntu Turunan telah dikenal diberbagai wilayah, menurutnya  ke depan sepanjang jalan menuju Destinasi wisata Terjun Siherbang dan Destinasi wisata Danau Toba  akan dilakukan penanaman nenas di setiap pekarangan warga, sehingga nantinya nenas tersebut bisa menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, pantauan awak media pelaksanaan Reses Anggota DPRD Prov Sumut  tetap mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19, tampak juga Melisa Sihombing S Pd.i mengingatkan agar para undangan  tetap memakai masker dan cuci tangan.

Untuk diketahui, kegiatan reses berlanjut dengan melakukan penilaian terhadap Kreasi pengolahan makanan yang berbahan baku Nenas Raja Buntur, kategori Penilaian ada  tiga jenis yakni Rasa, Estetika dan oposisi. Dari kategori penilaian tersebut ditentukan pemenang sebagai berikut: juara harapan 5 diraih oleh Huta 1 dengan nilai 1100, Juara harapan 4 dengan nilai 1150 diraih huta1, sedangkan harapan 3 dengan nilai 1164 jatuh pada huta 6,dan juara harapan 2 dengan nilani 1120 diraih oleh  huta 3, lalu juara harapan 1 dengan jumlah nilai 1122 diraih huta 5.

Sementara itu juara 3 kreasi Nanas Raja Buntur dengan  nilai 1125 jatuh pada huta 4, juara 2 dengan nilai 1226 diraih oleh huta 7 sedangkan untuk juara 1 dengan nilai 1335 jatuh kepada huta 2. Pembacaan para juara  Kreasi Nenas pun diikuti oleh para PKK dengan sangat antusias dan penuh tawa, ketika nama kelompoknya dipanggil para ibu ibu riang kegirangan.

SINKAP.info | Laporan: M Ichsan H
Facebook Comments