Beranda KOLOM Opini

Membersamai Pikiran Politik ‘Sang Jendral’ dalam Suksesi Pilkada Banggai

429
Penulis oleh : Anshar Munir

OPINI, Sinkap.infoHiruk-pikuk kegembiraan pendukung paslon no 2 membuncah, senyum dan tawa bahkan tangis haru menjadi bagian yang tampak dari ekspresi kegembiraan, seluruh tim pemenangan dan relawan yang telah menghabiskan energi dalam rangka memenangkan paslon no 2 terbayar tuntas dengan Keputusan Rapat Pleno dari KPUD Banggai.

Bahagia menjadi harus, mengapa? seluruh rangkaian proses menuju berkuasa secara demokratis di kabupaten Banggai telah dilalui dengan sempurna yang pada akhirnya menegaskan paslon no 2 bapak Amiruddin Tamoreka dan bapak Furqanuddin Masulili menjadi pemenangan dalam suksesi pilkada Banggai dan dinobatkan menjadi penguasa daerah untuk periode 5 tahun kedepan.

Saya teringat kala sore itu, saya berbahagia, karena harus melakukan perjumpaan tak terencana dengan sosok yang menjadi garda terdepan dalam merancang kerja-kerja politik pemenangan paslon 2 beliau oleh para relawan di nobatkan sebagai ‘sang jendral’ dalam pemenangan paslon no 2. Beliau bernama HAJI BENNY TAMOREKA.

Agak disclamer-lah jika saya terlalu jauh memberian justifikasi atau penilian terhadap sosok ini dikarenakan perkenalan kita teramat singkat, namun patut di akui bahwa ‘personality’ beliau tampak begitu bersahaja.

Saya sulit menafikan kesan itu, bagimana tidak! Durasi percakapan politik yang tak terencana ini mampu menguak dimensi kepemimpian pada beliau, sapaan sang ‘jendral’ (baca pemimpin) lekat-erat di benak para relawan disetiap kali perbincangan. hal ini bisa dilacak dari testimoni dari sahabat saya bapak Ramadhan yang ikut terlibat berjibaku dalam pemenangan kandidat nomor 2 yang diusung oleh Haji Benny.

Saya menangkap kesan kuat bahwa sosok beliau sangat piawai dalam membangun komunikasi yang jujur, tegas namun dalam kerangka kesopanan-kepatutan serta tetap tidak meninggalkan jejak ketidak-sukaan bagi lawan maupun kawan, ketinggian menjaga perasaan itu, mungkin ini yang saya pahami dalam ilmu psikologi sebagai sikap asertif. Sehingga peran sentral beliau dalam politik lokal menjadi disegani tidak hanya koleganya bahkan lawan politiknya.

Kemampuan beliau meng-kapitalisasi isu politik strategis yang berkembang di masyarakat Banggai menjadi keniscayaan, hal ini dapat dibuktikan dari arus besar kepercayaan masyarakat tertuju pada paslon yang diusungnya.

Tidak mengherankan dengan jejak rekam beliau sebagai seorang pengusaha migas yang kiprahnya level nasional maka kepemipinan kuat menjadi bagian keharusan yang dimiliki. Beliau terbiasa memetakan persoalan bisnis dan menemukan simpul solusinya. Jejak rekam kepemimpinan itu sangat membantu dalam mengaktualisasikan dalam ranah politik pemenangan di pilkada Banggai.

Saya mencoba menyelami lebih dasar tentang visi beliau dalam merawat kekuasaan, Saya berusaha menjadi pendengar yang baik, saya berusaha membiarkan beliau meng-elaborasi ragam visi bahkan misi beliau dengan tanpa menyela, dengan harapan dapat terangkai simpulan apa sih misi besar yang hendak dicapai. Saya kembali memposisikan diri sebagai sahabat pendengar dalam diskusi bersama beliau.

Beliau mulai bercerita tentang permulaan awal dalam membangun jejaring relawan pendukung paslon no 2. Dengan penuh semangat beliau mengatakan bahwa langkah taktis yang pertama dilakukan adalah mendeteksi lebih awal apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari harapan dan keinginan warga masyarakat Banggai melalui pendekatan hati ke hati. Tanpa jeda waktu proses politik ini dikerjakan dengan semangat bahwa dengan menjaring aspirasi masyarakat maka mudah untuk menentukan solusi.

Semaksimal mungkin mendatangi dan mengunjungi tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat untuk mendengarkan langsung keinginan yang di harapkan oleh pemimpin daerah. Hari demi hari terus dilakukan penjaringan aspirasi dalam kerangka menemu-kenali persoalan dan keinginan masyarakat yang harus di selesaikan pemerintah yang berkuasa. Kesemuannya dilakukan dengan terukur dan terencana, dikerjakan dengan alamiah tanpa digembar-gemborkan di media sosial maupun eletronik.

Bekerja dalam tenang menjadi bagian prinsip yang di wujudkannya, rangkaian proses kerja politik dilakukan dengan senyap minus pemberitaan, hal di maksudkan agar benar – benar dapat merasakan secara jernih apa yang menjadi kegelisahan masyarakat Banggai berkaitan dengan masalah yang belum di tuntaskan. Dengan begitu dijumpai kejujuran yang hakiki dari masyarakat akan aspirasinya tanpa ternodai oleh kepentingan sesaat. Pola dan strategi ini terbilang mumpuni dikarenakan tidak terjadi sekat antara keduanya dalam menyatukan harapan bersama.

Dengan berbekal data rill itu, beliau menyusun solusi penyelesaian yang terangkum dalam visi dan misi bagi paslon 2 yang di usungkan. Strategi politik ini terasa berhasil karena masyarakat pada akhirnya memberi pelbagai simpati dengan menjatuhkan pilihan politiknya pada paslon no 2 karena mereka merasakan ada harapan besar, apa yang menjadi persoalaan mereka dapat di selesaikan oleh pemerintah yang akan datang.

Pada akhir kepercayaan saya, beliau pun kembali menyampaian bahwa kedepan pemerintah yang baru terpilih secara demokratis harus terus dikawal agar pemerintah tidak memaksakan logika ‘pokok’-nya, melainkan terbuka terhadap berbagai masukan elemen masyarakat dan membuka ruang diskusi untuk mengatasi persoalan agar pemerintah mendapat kesan positif bahwa mampu meninggikan marwah dan kualitas demokrasi.

Sesungguhnya terlalu banyak cerita politik yang hendak di sampaikan ke saya, namun sengaja beliau simpan untuk kelak dipercakapkan saat berjumpa kembali.

Selamat dan sukses ‘sang jendral’ anda telah menambah pembendaraan strategi politik bagi saya meskipun perjumpaan dan diskusi kita terbilang singkat namun memberi kesan kuat dalam memori saya dengan penuh harap di lain waktu bisa memulai kembali percakapan politik kita. Dan selamat dan sukses kepada bapak Amiruddin tamoreka dan bapak Furqanuddin Masulili atas terpilihnya menjadi Bupati dan Wakil bupati Banggai periode 2021-2026.[]

Facebook Comments