LABUHANBATU, Sinkap.info — Kesadaran Masyarakat akan kebersihan masih rendah, menurut data riset Kementerian Kesehatan mengungkapkan hanya 20 persen dari total masyarakat Indonesia peduli terhadap kebersihan dan kesehatan. Mayoritas masyarakat Indonesia ternyata tak peduli akan kebersihan, hal itu berdampak pada lingkungan sekitar dan juga kesehatan.

Berdasarkan rendahnya kesadaran terhadap lingkungan, warga kelurahan  Sei berombang melaksanakan kegiatan gotong royong dengan tema Jumat Bersih sebagai bentuk kepedulian akan kebersihan dan kesehatan lingkungan di Kecamatan Panai hilir Kabupaten Labuhanbatu pada Jum’at (06/12/19)

Kegiatan gotong royong Jum’at Bersih ini bekerja sama dengan pendamping PKH. Aplikasi langsung akan  peduli terhadap kebersihan bentuk edukasi dari pertemuan yang setiap bulan dilaksanakan dengan Keluarga Penerima Manfaat PKH dari Kementrian sosial.

“Saya tergugah dengan adanya kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan harapan saya kalau bisa lebih ditingkatkan lagi,”  ungkap Suaibah salah satu dari puluhan masyarakat yang ikut serta dalam kegiatan jumat bersih itu.

Ditempat yang sama Amran Azma S.Pd, M.M selaku lurah kelurahan sei berombang menyampaikan ”saya selaku pemimpin kelurahan berpesan kepada kita semua kegiatan ini dimulai dari diri sendiri  dan dari yg terkecil dilingkungan keluarga kita masing-masing setelah itu insyaallah akan berdampak pada lingkungan sekitar kita,” tuturnya

MENARIK DIBACA:  Kebakaran Bangunan Ruko di Sei Berombang, Ditaksir Kerugian Miliaran Rupiah

“Saya mohon dukungan dari masyarakat kelurahan sei berombang agar awas terhadap kebersihan  dan peduli kepada kebersihan”  Kata Amran

Menurut laporan dari kepala lingkungan 3 kelurahan sei berombang hanya 58  dari 100 rumah tangga yang memiliki akses terhadap fasilitas sanitasi yang sesuai standard. Selain itu, pola atau kebiasaan higienitas yang baik seperti sikat gigi dan cuci tangan juga masih belum dilakukan seluruh masyarakat kelurahan sei berombang.

“Baru separuh masyarakat yang punya kebiasaan cuci tangan. Kalau sikat gigi itu sekitar 80 persen,” bebernya

Kemudian menurut Aprizal selaku kepala puskesmas kelurahan sei berombang, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi higienitas masyarakat.

MENARIK DIBACA:  Karang Taruna Dan Pemuda Remaja Mesjid Inisiasi Nonton Bareng Film Islami

Faktor yang pertama adalah akses sanitasi yang memadai. Akses sanitasi ini tidak hanya meliputi jamban dan fasilitas sanitasi lain yang sesuai dengan standard kesehatan, namun juga tersedianya air bersih. Yang kedua adalah perilaku dan kebiasaan masyarakat itu sendiri mengenai kebersihan. Hal ini dapat berupa kebiasaan-kebiasaan kecil, dari membuang sampah di tempatnya hingga rajin mencuci tangan.

“Perilaku dan kebiasaan adalah sesuatu yang diajarkan sejak kecil, terutama lewat keluarga dan lingkungan sekolah. Oleh karenanya, penting bagi orangtua dan pihak sekolah untuk menanamkan kebiasaan positif pada anak-anak,” Jelas Aprizal

“Faktor yang terakhir adalah budaya di masyarakat sekitar, budaya yang diadopsi suatu masyarakat di wilayah tertentu pastinya berpengaruh terhadap kebiasaan dan perilaku yang diajarkan ke tiap individu,” tambahnya

Oleh karenanya, kata Aprizal  untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan dan kesehatan, perlu kerjasama dari berbagai macam sektor, dari pemangku kebijakan yang memegang regulasi, akademisi, pelaksana, hingga masyarakat itu sendiri. (Fz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here