Foto: Ilustrasi - detiknews.doc

DUMAI, Sinkap.info – Batam yang selama ini dikenal sebagai surga barang elektronik, khususnya telepon selular (ponsel), kini tak lagi menjadi tujuan utama. Penyelundup kini membidik pasar Riau pesisir dan Riau daratan menjadi salah sastu sasaran empuk yang lebih potensial bagi Pebisnis ileggal.

Hal ini terbukti Beacukai Dumai tangkap pemasok Handphone (HP) ilegal dari Batam Kepulauan Riau yang di seludupkan melalui salah satu kapal cepat Batam JET2 di Pelabuhan Sri Junjungan pada Senin 16 Desember 2019.

Ratusan ponsel pintar tanpa dokumen resmi tersebut diselundupkan dari Batam menggunakan kapal dengan tujuan akhir Dumai. Tidak tanggung- tanggung sedikitnya ada 5 kardus handphone seludupan diamankan Beacukai Dumai.

MENARIK DIBACA:  Tahun 2019, Polres Meranti Berhasil Meringkus 56 Tersangka dari 66 Kasus

Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Gatot Kuncoro, saat di hubungi membenarkan terkait adanya tangkapan barang seludupan handphone pintar ileggal tersebut.

“Barang bukti didapatkan 5 kotak berisi 60 unit Iphone fullset, 20 unit batangan dan 33 unit android fullset. Penindakan dilakukan karena atas barang tersebut tidak dilidungi dokumen baik manifes maupun dokumen pabean sebagaimana dipersyaratkan atas barang eks kawasan bebas,” ungkap Gatot Kuncoro, Rabu (25/12/19).

Selain itu gatot juga mengatakan bahwa selain mengamankan 5 kardus Hanpone mereka juga menahan salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) dengan inisial (M).

“kita telah melakukan proses penyidikan dengan tersangka inisial M (abk kapal) dan telah dititipkan ke rutan Dumai.” terang Gatot

MENARIK DIBACA:  Aksi Kekerasan Terhadap Pers, PWRI-B Meranti Angkat Bicara

Sementara Kepala Pengamanan Rutan Klas IIB Dumai, Aldino Octalaperta, membenarkan terkait adanya penahanan salah seorang ABK Kapal.

“Ia benar ada 1 tahanan titipan dari BC Dumai, sampai hari ini masih di tahan dan belum ada putusan karena belum P21.” beber Aldino

Sementara itu dari Management Ferry Batam Jet Dumai sendiri saat di konfirmasi melalui sambungan telpon dan WA hingga berita ini tayang belum memberikan keterangan.

Penyelundupan ponsel tersebut menggambarkan penyelundupan ponsel yang biasanya menjadikan Batam sebagai market utama, kini membidik market luar Batam. Khususnya Riau dengan pintu masuk Dumai. Hal ini tentunya harus menjadi fokus bagi penagak Hukum.*(Rls)

Sumber: Celahkotanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here