HKSTP Ungkap Peluang Industri Baterai, Investasi Energi Global Diprediksi Tembus US$5 Triliun

GLOBAL, TEKNOLOGI62 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP) merilis laporan strategi pertama mengenai industri baterai dan penyimpanan energi (Battery and Energy Storage/BES) dalam ajang One Earth Summit 2026, pada 29 Oktober 2026.

Laporan tersebut menyoroti peluang pertumbuhan industri penyimpanan energi di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, transisi energi terbarukan, serta lonjakan konsumsi daya pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

CEO HKSTP, Terry Wong, mengatakan Hong Kong memiliki ekosistem industri BES yang mencakup empat tahapan, mulai dari riset material dan baterai, integrasi teknologi, pembiayaan proyek, hingga pengelolaan baterai bekas.

MENARIK DIBACA:  Peneliti Ungkap Titik Kumpulan Emas di Satu Lokasi

Saat ini, HKSTP menaungi sekitar 100 perusahaan yang bergerak di bidang baterai dan penyimpanan energi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat 60 persen menjadi lebih dari 160 perusahaan dalam beberapa tahun ke depan. Tiga perusahaan besar dunia, yakni CATL, BYD, dan Gotion High-Tech, juga telah bergabung dalam ekosistem tersebut.

Laporan itu memperkirakan investasi industri baterai dan penyimpanan energi global dapat mencapai US$5 triliun dalam satu dekade mendatang. Hong Kong dinilai memiliki peluang menjadi penghubung bagi perusahaan energi dari China daratan untuk memperluas pasar internasional.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Sukses Gelar LEAP East, Ribuan Inovator Dunia Bahas Masa Depan Teknologi Bersama Global

Selain itu, pengembangan teknologi baterai juga diarahkan pada peningkatan keamanan, efisiensi penggunaan energi, serta daur ulang. HKSTP mencontohkan inovasi perusahaan binaannya, GRST, yang mengembangkan bahan pengikat baterai berbasis air dan tidak beracun. Teknologi tersebut diklaim mampu mengurangi emisi karbon dalam proses daur ulang hingga 80 persen.

Melalui laporan ini, HKSTP mendorong kolaborasi antara perusahaan, lembaga riset, pemerintah, dan investor untuk mempercepat komersialisasi teknologi serta memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat teknologi hijau internasional.