New Asia Forum 2026 Bidik Investasi US$30 Miliar, Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Asia

Ekonomi, NASIONAL72 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – New Asia Forum (NAF) 2026 menargetkan mobilisasi investasi sebesar US$30 miliar di kawasan New Asia melalui penguatan kemitraan strategis dan percepatan realisasi investasi. Forum yang berada di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto ini dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Desember 2026 di Bali, dengan Danantara Indonesia sebagai mitra pendiri.

NAF 2026 dirancang sebagai wadah yang mempertemukan investor global, pemimpin industri, dan pembuat kebijakan untuk mendorong peluang investasi di berbagai sektor strategis. Forum ini tidak hanya berfokus pada dialog ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk mengubah minat investasi menjadi komitmen konkret, skema pembiayaan, dan hasil yang terukur.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, Pahala Nugraha Mansury, menilai Asia memiliki potensi besar untuk menarik investasi jangka panjang di tengah perubahan dinamika ekonomi dan geopolitik global.

“Fokus kami adalah mendorong modal jangka panjang untuk melihat berbagai peluang investasi di negara-negara Asia, karena kawasan ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Hal ini akan memungkinkan pertumbuhan dalam skala besar, dengan ASEAN sebagai fondasi dan Indonesia sebagai negara terbesar di kawasan tersebut,” ujar Pahala.

Kawasan Asia-Pasifik saat ini menyumbang hampir 60 persen pertumbuhan ekonomi global. Namun, alokasi modal internasional jangka panjang ke kawasan tersebut dinilai masih berada di bawah potensinya. Kondisi ini membuka peluang untuk memperluas kolaborasi investasi antara negara, lembaga keuangan, dan pelaku usaha global.

MENARIK DIBACA:  Presiden Macron Siap Kunjungi Indonesia, Fokus Kerja Sama Digital hingga Energi Hijau

Hadirkan lebih dari 1.000 pemimpin global

NAF 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 1.000 pemimpin global, menghadirkan lebih dari 100 pembicara, serta menggelar lebih dari 40 sesi diskusi.

Peserta yang dijadwalkan terlibat meliputi lembaga pengelola dana kekayaan negara (sovereign wealth funds), investor institusional, lembaga pembiayaan pembangunan, perusahaan multinasional, serta perwakilan pemerintah.

Sejumlah tokoh yang dijadwalkan menjadi pembicara antara lain Presiden RI Prabowo Subianto, Chairman sekaligus CEO SoftBank Group Masayoshi Son, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, serta CEO State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan Israfil Mammadov.

Forum ini akan berlangsung selama dua hari dengan agenda yang berfokus pada tahapan investasi. Pada 3 Desember, sesi Discovery & Diligence akan membahas peluang investasi, kelayakan proyek, dan struktur transaksi.

Selanjutnya, pada 4 Desember, sesi Action & Execution akan diarahkan pada penguatan komitmen modal, pembentukan kemitraan strategis, serta penetapan tahapan pelaksanaan investasi.

MENARIK DIBACA:  Urus Sertipikat Tanah Sendiri Tanpa Calo, Ini Syarat Lengkap yang Wajib Dipenuhi

Delapan sektor prioritas investasi

NAF 2026 menetapkan delapan sektor prioritas sebagai fokus pembahasan, yakni sumber daya strategis dan hilirisasi, energi dan ketenagalistrikan, mobilitas canggih dan manufaktur, infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (AI), pangan dan agribisnis, perdagangan dan konektivitas, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Kedelapan sektor tersebut dipandang memiliki peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kerja sama investasi di kawasan Asia.

Sebagai mitra pendiri, Danantara Indonesia akan berpartisipasi sebagai mitra investasi bersama sejumlah mitra global. Keterlibatan tersebut diarahkan untuk mendukung investasi di sektor-sektor strategis sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam transformasi ekonomi regional.

Melalui pendekatan yang berorientasi pada transaksi, NAF 2026 menargetkan terbentuknya kesepakatan awal investasi, struktur pembiayaan yang layak didanai, serta tahapan implementasi yang jelas.

Komitmen dan perkembangan investasi juga direncanakan untuk dipantau pada penyelenggaraan forum berikutnya. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat akuntabilitas, menjaga kesinambungan kerja sama, serta memastikan investasi memberikan dampak ekonomi nyata bagi Indonesia dan kawasan Asia secara lebih luas.