Hong Kong Sukses Gelar LEAP East, Ribuan Inovator Dunia Bahas Masa Depan Teknologi Bersama Global

GLOBAL, TEKNOLOGI72 Dilihat

HONG KONG, SINKAP.info – Hong Kong sukses menggelar LEAP East 2026, konferensi teknologi internasional pertama di luar Arab Saudi, yang mempertemukan lebih dari 35.000 pelaku industri teknologi, investor, pembuat kebijakan, dan inovator dari 30 negara dan wilayah.

Ajang yang berlangsung di Hong Kong Convention and Exhibition Centre pada 8–10 Juli 2026 itu menghadirkan lebih dari 340 pembicara, 450 perusahaan peserta pameran, serta lebih dari 400 investor. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), teknologi mutakhir (deep tech), kota pintar (smart city), hingga industri energi baru.

Sekretaris Keuangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Paul Chan, mengatakan tingginya antusiasme peserta mencerminkan semakin besarnya daya tarik LEAP East sebagai forum inovasi teknologi berskala global.

“Partisipasi yang luar biasa ini menunjukkan daya tarik global LEAP East sekaligus memperlihatkan kuatnya visi bersama yang kami bangun. Kami juga menyambut baik keputusan bahwa konferensi ini akan terus diselenggarakan di Hong Kong selama tiga tahun ke depan,” ujar Paul Chan saat membuka acara.

Turut menghadiri pembukaan konferensi tersebut Sekretaris Inovasi, Teknologi, dan Industri HKSAR Profesor Sun Dong serta Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha.

Konferensi ini sekaligus menjadi simbol semakin eratnya hubungan kerja sama antara Hong Kong dan Arab Saudi, khususnya di bidang inovasi, teknologi, investasi, serta pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.

MENARIK DIBACA:  Lewat APFF 2026 di Swiss, Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya Film

Dalam sambutannya, Paul Chan menegaskan posisi Hong Kong sebagai pusat penghubung strategis yang menghubungkan Tiongkok daratan dengan pasar global.

Menurutnya, Hong Kong memiliki berbagai keunggulan kompetitif, seperti sistem hukum berbasis common law, perlindungan hak kekayaan intelektual yang kuat, status sebagai pelabuhan bebas, kemudahan arus modal, barang, talenta, dan data, serta sistem perpajakan yang sederhana dan kompetitif.

Ia juga mengundang perusahaan-perusahaan dari Arab Saudi dan kawasan Teluk untuk memanfaatkan Hong Kong sebagai pusat penggalangan dana internasional serta platform pengelolaan risiko dalam mendukung ekspansi bisnis global.

Paul Chan menambahkan, Pemerintah HKSAR berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi di berbagai sektor, termasuk inovasi, infrastruktur, teknologi hijau, layanan kesehatan, manufaktur maju, hingga jasa profesional.

“Inovasi membutuhkan dukungan pembiayaan, dan Hong Kong adalah tempat bertemunya modal serta ide-ide baru. Inilah inti strategi ‘Finance+’ kami, yakni menjadikan sektor keuangan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi riil,” katanya.

Sementara itu, Profesor Sun Dong menyampaikan bahwa kebijakan Pemerintah Hong Kong dalam mendorong pengembangan inovasi dan teknologi mulai menunjukkan hasil positif.

Ia mengungkapkan jumlah perusahaan rintisan (startup) di Hong Kong meningkat sekitar 40 persen sejak 2021 menjadi sekitar 5.200 perusahaan pada 2025.

MENARIK DIBACA:  HKSTP Tampilkan Inovasi Bioteknologi Terbaik dan Menarik Perusahaan Global di US BIO 2024

Selain itu, klaster inovasi Shenzhen–Hong Kong–Guangzhou menempati peringkat pertama dunia dalam Global Innovation Index 2025, sementara Hong Kong berada di posisi keempat dunia dalam World Digital Competitiveness Ranking 2025 dan peringkat kedua dalam World Competitiveness Yearbook 2026.

Hong Kong juga menjadi pusat penawaran saham perdana (IPO) terbesar di dunia pada 2025 dengan 119 perusahaan tercatat yang berhasil menghimpun dana sekitar 35 miliar dolar Amerika Serikat, termasuk sejumlah perusahaan teknologi global.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Profesor Sun Dong juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Arab Saudi Abdullah Alswaha untuk membahas peluang kerja sama di bidang inovasi dan teknologi.

“Pertemuan internasional ini mencerminkan meningkatnya momentum inovasi dan teknologi dunia. Hong Kong bangga dapat berperan sebagai ‘super connector’ dan ‘super value-adder’ dalam memperkuat kolaborasi internasional,” ujar Sun Dong.

Di sisi lain, Paul Chan mengungkapkan rencananya memimpin delegasi bisnis Hong Kong ke Arab Saudi pada akhir tahun ini. Delegasi tersebut akan melibatkan perusahaan-perusahaan di sektor infrastruktur, teknologi hijau, layanan kesehatan, manufaktur maju, serta pelaku industri keuangan dan investasi guna menjajaki peluang kerja sama konkret antara kedua wilayah.