HONG KONG, SINKAP.info – Midea Group dan Hutchison Port Holdings Limited (Hutchison Ports) menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk memperkuat kerja sama strategis dalam membangun rantai pasok global yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung dalam ajang Shenzhen Port Global Supply Chain High-Quality Development Conference 2026, Kamis (9/7/2026), sebagai bagian dari upaya kedua perusahaan memperkuat sinergi jaringan logistik internasional di tengah dinamika perdagangan global.
Melalui kerja sama yang akan berlangsung selama dua tahun ke depan, Midea dan Hutchison Ports sepakat mengintegrasikan kekuatan masing-masing guna menciptakan ekosistem rantai pasok global yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
General Manager International Supply Chain Capability Center Midea Group, Sam Shi, dan Group Commercial Director Hutchison Ports, Ken Chou, menandatangani MoU tersebut yang disaksikan Presiden Midea International Lewis Fu serta Group Managing Director Hutchison Ports Eric Ip.
Kolaborasi ini memanfaatkan jaringan manufaktur global Midea yang terus berkembang dengan infrastruktur pelabuhan internasional milik Hutchison Ports yang tersebar di berbagai negara. Sinergi tersebut difokuskan pada sejumlah pasar strategis, antara lain Thailand, Indonesia, Mesir, Vietnam, dan Meksiko.
Presiden Midea International, Lewis Fu, mengatakan penguatan kerja sama ini menjadi bagian penting dari strategi globalisasi perusahaan dalam menjamin keandalan layanan logistik internasional.
“Melalui integrasi data dan penyediaan jalur prioritas selama musim puncak pengiriman, kami optimistis dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok sekaligus mendukung target pengiriman global Midea sebesar 1,5 juta TEUs pada 2027,” ujar Lewis Fu.
Sementara itu, Group Managing Director Hutchison Ports, Eric Ip, menyebut Midea merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis pelabuhan perusahaan.
Menurutnya, volume ekspor Midea yang terus meningkat akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan arus peti kemas di terminal-terminal Hutchison Ports, sekaligus menarik lebih banyak layanan pelayaran internasional.
“Dengan standar operasional yang efisien, kemampuan digital yang canggih, dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, kami siap mendukung ekspansi global Midea sekaligus menciptakan standar baru dalam kolaborasi industri logistik,” katanya.
Dalam tahap awal implementasi, kerja sama akan berpusat di Yantian International Container Terminals (YANTIAN) sebagai titik strategis utama.
Melalui kesepakatan tersebut, kedua perusahaan akan mengembangkan sejumlah program prioritas, di antaranya penerapan sistem logistik hijau berbasis digital, integrasi sistem informasi bisnis Midea dengan sistem operasional terminal YANTIAN untuk berbagi data secara real time, serta peningkatan efisiensi proses bongkar muat dan distribusi barang.
Selain itu, Hutchison Ports akan menyediakan jalur prioritas bagi pengiriman Midea pada musim puncak guna mempercepat proses pengambilan, pengembalian, dan pemuatan ulang kontainer sehingga stabilitas rantai pasok tetap terjaga.
Kedua perusahaan juga akan mengembangkan layanan logistik terpadu melalui angkutan multimoda, termasuk konektivitas jalur kereta api dari kawasan pedalaman Tiongkok menuju Pelabuhan YANTIAN, didukung fasilitas pergudangan, depo kontainer, dan layanan logistik bernilai tambah lainnya.
Ke depan, model kerja sama yang diterapkan di YANTIAN akan diperluas secara bertahap ke jaringan pelabuhan global Hutchison Ports di berbagai negara. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi logistik yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan tangguh dalam mendukung perdagangan internasional.
Midea Group merupakan perusahaan teknologi global yang mengembangkan tujuh lini bisnis, mulai dari smart home, teknologi industri, teknologi bangunan, KUKA, energi baru, layanan kesehatan, hingga logistik. Saat ini perusahaan memiliki lebih dari 600 anak usaha, 43 pusat riset dan pengembangan, serta 65 fasilitas manufaktur yang beroperasi di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Sementara Hutchison Ports merupakan divisi bisnis pelabuhan milik CK Hutchison Holdings Limited yang mengoperasikan jaringan pelabuhan di 53 pelabuhan pada 24 negara di Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, dan Australasia, serta mengembangkan berbagai layanan logistik dan transportasi pendukung lainnya.







