Kisah Haru Kenneth Trevi, Penyintas Disleksia Tembus Dunia Akting Lewat Series Inspiratif Ini

HIBURAN155 Dilihat

BANDUNG, SINKAP.info — Kisah inspiratif tentang perjuangan anak dengan disleksia diangkat dalam YouTube series berjudul “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”. Series ini mengisahkan perjalanan hidup Kenneth Trevi, yang dikenal sebagai penyanyi dan aktor muda dari Kota Bandung.

Dalam keterangannya kepada media, Senin (13/4/2026), Kenneth menyebutkan bahwa series tersebut menyajikan cerita yang jujur, emosional, sekaligus penuh harapan melalui pendekatan sinematik yang dekat dengan realitas kehidupan.

“Series ini menjadi ruang refleksi bahwa setiap perjalanan hidup punya ritme dan makna masing-masing,” ujarnya.

Dalam proses produksi, Kenneth menghadapi tantangan yang tidak mudah. Ia mengaku kesulitan dalam menyampaikan dialog panjang akibat kondisi disleksia yang dialaminya, mulai dari merangkai kata hingga memahami struktur kalimat.

Dengan dukungan sang ibu, Yuly (Li Ling), dialog kemudian dipecah menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dipahami. Pendekatan tersebut membantu Kenneth membangun kepercayaan diri dalam berakting.

Selain tantangan teknis, tekanan emosional juga muncul saat Kenneth harus beradu akting dengan ibunya sendiri. Ia mengaku merasa sedih dan bersalah ketika melihat sang ibu menangis dalam adegan, meski memahami bahwa hal tersebut merupakan bagian dari akting.

MENARIK DIBACA:  Legenda Sepak Bola Gianfranco Zola Akan Memimpin "The Famous CFC" di Bangkok

Kolaborasi keduanya justru menghadirkan kedalaman emosi yang kuat di layar. Yuly tidak hanya berperan sebagai lawan main, tetapi juga menjadi pembimbing dalam proses pendalaman karakter, membantu Kenneth memahami emosi melalui pengalaman nyata.

Melalui series ini, Kenneth ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak dengan disleksia bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki cara belajar dan berkembang yang unik.

“Jangan menyerah, terus melangkah. Setiap proses akan membawa kita lebih dekat ke ‘suatu hari’ yang kita impikan,” katanya.

Sebagai pemeran utama yang mengisahkan perjalanan hidupnya sendiri, Kenneth berusaha menjaga keaslian cerita dengan berakting secara natural. Tantangan terbesar baginya adalah menghidupkan kembali emosi negatif di saat kondisi mentalnya sedang stabil.

Sementara itu, Yuly mengungkapkan bahwa proses produksi juga membawanya kembali mengingat perjalanan panjang membesarkan Kenneth, mulai dari fase kebingungan hingga menemukan kekuatan bersama.

Yuly juga terlibat dalam penulisan lagu tema berjudul “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bersama Rulli Aryanto. Lagu tersebut menjadi refleksi hubungan ibu dan anak yang penuh perjuangan dan harapan.

MENARIK DIBACA:  Penyanyi Cilik Kenneth Trevi Kampanye Anti Perundungan Lewat Lagu

Sebagai produser, Rulli menghadirkan konsep cerita yang autentik dengan melibatkan orang-orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Proses produksi juga dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan hidup Kenneth.

Dari sisi penyutradaraan, proyek ini digarap oleh Bayu Lesmana dengan pendekatan sinematik yang emosional dan edukatif. Pengambilan gambar dilakukan di Bandung dan Cirebon, menghadirkan nuansa visual yang kuat sekaligus memperkenalkan unsur budaya lokal.

Series ini dirancang sebagai proyek berkelanjutan yang akan dirilis dalam dua sesi setiap tahun, dengan masing-masing sesi terdiri dari tiga episode. Ke depan, cerita akan mengangkat kisah anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.

Diproduksi oleh TemanHebat Records dan SENADA Digital Records, series ini turut melibatkan sejumlah kru profesional, termasuk Denny Boy Lahumeten dan Lamhot Tobing sebagai Director of Photography.

Lebih dari sekadar tontonan, “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” menghadirkan kisah yang menginspirasi, mengajak penonton memahami arti proses, keberanian, serta harapan dalam menjalani kehidupan.