Wali Kota Tebing Tinggi Respon Cepat, Honor Guru Tahfiz dan Ngaji Ditindaklanjuti

Tebing tinggi51 Dilihat

TEBING TINGGI, SINKAP.infoIman Irdian Saragih menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti permohonan pemberian bantuan insentif bagi guru honorer tahfiz dan guru mengaji. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi pengurus Majelis Dzikir Darul Istiqomah di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Tebing Tinggi, Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota mengapresiasi aspirasi yang disampaikan para penggiat pendidikan Al-Qur’an dan memastikan permohonan tersebut akan diteruskan ke perangkat daerah terkait.

“Saya mengapresiasi kepengurusan yang sudah hadir. Untuk bantuan terkait guru honorer tahfiz dan mengaji, akan kita teruskan ke instansi terkait dan segera ditindaklanjuti,” ujar Iman Irdian Saragih.

MENARIK DIBACA:  Damkar Juara Umum Mobile Legend Antar Instansi Tebing Tinggi

Ia menegaskan, perhatian terhadap kesejahteraan guru tahfiz dan guru mengaji merupakan bagian penting dalam membangun generasi muda yang religius, berakhlak, dan berkarakter di Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Pimpinan Majelis Dzikir Darul Istiqomah, Asmoro Hadi, menjelaskan bahwa majelis yang berlokasi di Jalan Demokrasi, Kelurahan Brohol, saat ini membina sekitar 60 santri serta masyarakat umum melalui program tahfiz Al-Qur’an dan pengajian rutin.

“Kami berharap adanya subsidi atau bantuan untuk honor guru tahfiz dan mengaji. Kami juga mengundang Bapak Wali Kota untuk meninjau langsung kegiatan dan perkembangan para santri,” ujar Asmoro.

MENARIK DIBACA:  BRI BO Tebing Tinggi Jaga dan Tingkatkan Layanan E-Channel Agar Liburan Nataru Berjalan Lancar

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Ramadhan Barqah Pulungan, Camat Bajenis Ari Miranda, Kabag Prokopim Setdako Faisal Ahmad, jajaran pengurus Majelis Dzikir Darul Istiqomah, serta tim peliputan Diskominfo Kota Tebing Tinggi.

Pemerintah Kota Tebing Tinggi menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dengan masyarakat dan lembaga keagamaan, guna memperkuat sinergi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.