Delegasi MKN Malaysia Datangi SIKK, Perlindungan Anak PMI Jadi Sorotan Utama

Pendidikan90 Dilihat

KOTA KINABALU, SINKAP.info – Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) menerima kunjungan kerja resmi delegasi Majlis Keselamatan Negara (MKN) Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Jumat (12/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam menjamin keselamatan, perlindungan hukum, dan akses pendidikan bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya putra-putri Pekerja Migran Indonesia (PMI) di wilayah Sabah dan Sarawak.

Delegasi dipimpin langsung oleh Pengarah Keselamatan Negara MKN Jabatan Perdana Menteri Malaysia, Raja Dato’ Nurshirwan bin Zainal Abidin, bersama sejumlah pejabat dari MKN Malaysia, MKN Sabah, MKN Sarawak, Setiausaha Kerajaan Negeri Sabah, serta Jabatan Premier Sarawak.

Kedatangan rombongan disambut Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, Sahyuddin, didampingi Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Machdaniar Nisfah.

Dalam pertemuan tersebut, pihak SIKK memaparkan perkembangan sekolah sebagai institusi pendidikan resmi Indonesia di luar negeri yang berperan memberikan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia. Selain itu, turut disampaikan peran Community Learning Center (CLC) yang selama ini menjangkau layanan pendidikan bagi anak-anak PMI di kawasan perkebunan dan daerah terpencil di Sabah maupun Sarawak.

MENARIK DIBACA:  Guru Inspiratif dari Daerah 3T Asal Meranti Raih Prestasi

Kunjungan MKN Malaysia ke SIKK dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah Malaysia terhadap keberlangsungan pendidikan dan perlindungan anak-anak PMI. Kehadiran otoritas keamanan negara itu juga menunjukkan pentingnya memastikan aspek administrasi, legalitas, dan keselamatan komunitas pekerja migran Indonesia beserta keluarganya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengurus Perwakilan Luar Negeri Al Washliyah Malaysia di Kota Kinabalu, Rasyid Riza, mengatakan kunjungan tersebut menjadi bukti komitmen bersama antara SIKK dan otoritas Malaysia dalam mendukung pendidikan serta perlindungan anak-anak PMI.

“SIKK tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memastikan anak-anak pekerja migran Indonesia memperoleh hak pendidikan yang aman, legal, dan terlindungi sesuai regulasi yang berlaku di Malaysia,” kata Rasyid.

MENARIK DIBACA:  Changhong Tawarkan Diskon Hingga 70% di Shopee untuk Produk Smart Living AI

Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi yang terbangun melalui kunjungan tersebut diharapkan dapat semakin mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Malaysia, terutama dalam bidang pendidikan, perlindungan warga negara, serta kerja sama kemanusiaan.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi strategis dan sesi ramah tamah antara kedua pihak. Ke depan, sinergi yang telah terjalin diharapkan mampu memperkuat fasilitasi pendidikan dan perlindungan jangka panjang bagi ribuan anak PMI yang berada di Sabah dan Sarawak.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi SIKK sebagai salah satu instrumen penting diplomasi pendidikan Indonesia di Malaysia, serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga masa depan generasi muda Indonesia yang tumbuh dan menempuh pendidikan di luar negeri.