SINGAPURA, SINKAP.info – Dialog Pemuda China-Singapura resmi ditutup pada 25 Maret 2026 dengan menyoroti peran generasi muda dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI), inovasi, serta pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan bertema “Building Tomorrow: Youth Voices United” ini diselenggarakan selama dua hari dan mempertemukan 12 perwakilan pemuda dari kedua negara. Acara tersebut merupakan hasil kolaborasi antara People’s Daily dan Lianhe Zaobao.
Dalam sesi panel pertama bertajuk “Youth Driving Tech Innovation”, para peserta membahas peluang dan tantangan perkembangan AI. Perwakilan industri teknologi menilai kekhawatiran terhadap dampak AI terhadap lapangan kerja dapat diimbangi dengan munculnya jenis pekerjaan baru, terutama di bidang robotika dan teknologi canggih.
CEO Accredify, Quah Zheng Wei, mendorong generasi muda untuk berani memulai langkah di industri teknologi yang terus berkembang pesat. Sementara itu, akademisi dari Tsinghua University, Xu Huazhe, menekankan pentingnya kreativitas dan visi generasi muda dalam menciptakan inovasi bermakna.
Pada panel kedua, diskusi beralih ke revitalisasi budaya tradisional di era modern. Seniman dan praktisi budaya menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya sambil mengadaptasikannya dengan pendekatan kontemporer agar tetap relevan bagi generasi muda.
Sementara itu, panel terakhir bertema “Jointly Building a Sustainable Future” menghadirkan perspektif lintas disiplin, mulai dari arsitektur, fesyen hingga konservasi laut. Para pembicara menekankan pentingnya harmoni antara manusia dan alam dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Perancang busana Chen Peng menyebut keberlanjutan bukan sekadar pilihan, melainkan bagian dari filosofi hidup yang harus diterapkan dalam setiap aspek industri kreatif.
Dialog ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama antar masyarakat (people-to-people exchange) antara China dan Singapura, sekaligus membuka ruang kolaborasi jangka panjang di bidang inovasi, budaya, dan keberlanjutan.
Melalui forum ini, energi kreatif generasi muda dari kedua negara diharapkan mampu mendorong terciptanya solusi masa depan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat global.







