6 Nelayan Asal Muntai Ditangkap Angkatan Laut Malaysia, Wabup Bagus: Kami Tak Tinggal Diam

Bengkalis1433 Dilihat

BANTAN, SINKAP.info – Diduga melewati batas Negara Indonesia, Enam nelayan tradisional asal Desa Muntai ditangkap Angkatan Laut Malaysia saat menangkap ikan menggunakan dua perahu.

Enam nelayan yang ditahan, yakni Fauzan (56) warga dusun Pusaka desa Muntai, Muslim (46), Agus (53), Indri (36), Sarmin (40) warga susun Tua desa Muntai dan Sudirman (47) warga desa Kembung Baru kelahiran Muntai.

Pada Senin (17/06) bertempat di Kantor Desa Muntai, Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso bertemu langsung dengan keluarga nelayan yang ditangkap dan menyerahkan sembako sembari menyampaikan informasi terbaru soal kondisi nelayan yang saat ini masih ditahan.

“Kami turut prihatin dengan musibah yang ibu-ibu alami, tetaplah semangat, sabar dan tawakal, inilah pengorbanan suami ibu menjadi tulang punggung keluarga. Sebenarnya kita dan Malaysia tidak ada persoalan, hanya saja prosedur administrasi harus kita jalani. Harus bersabar dulu,” ungkap Bagus.

MENARIK DIBACA:  Hebat, Festival Rupat Masuk Kalender KEN Kemenparekraf RI 2024

Bagus menambahkan, saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia sedang mendampingi penyelesaian persoalan ini. Sedangkan kondisi enam nelayan yang ditahan dalam keadaan sehat.

“Saya tadi komunikasi dengan Konsulat Jenderal RI Johor Bahru Malaysia, sekarang suami ibu aman di Johor Bahru semua dalam kondisi sehat walafiat. Yang pasti Kami tidak tinggal diam, Negara hadir tidak akan menelantarkan warganya,” ucap Bagus.

Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Sofyan yang hadir bersama Wabup menyatakan keprihatinan dan turut sedih atas cobaan yang dialami nelayan tersebut. Sofyan mengajak warga sekitar untuk turut membantu keluarga nelayan yang ditahan.

MENARIK DIBACA:  Safari Ramadhan di Kecamatan Pinggir Bupati Kasmarni Ajak Masyarakat Ikut Tangani Inflasi dan Cegah Karhutla

“Kami berduka, bersedih karena kejadian ini, kedepan perlu kehati-hatian kita soal tapal batas negara kita supaya tidak terjadi lagi. Ini adalah persoalan dua negara, ada mekanisme dan sistem administrasi yang harus dipenuhi. Dalam keadaan seperti ini rasa empati kita rasa kebersamaan kita harus semakin kuat,” papar Sofyan.

Sedangkan salah seorang Istri nelayan yang ditangkap mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemkab Bengkalis.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkab Bengkalis. Mudah-mudahan ini ada hikmahnya. Kami mengharapkan suami kami pulang dan alat tangkap ikannya juga pulang,” ucapnya singkat.

Ikut mendampingi Wakil Bupati dalam pertemuan ini, Danposal Bengkalis, Kadis Sosial Bengkalis, Perwakilan Badan Kesbangpol dan Dinas Perikanan serta Camat Bantan.

 SINKAP.info | Redaksi

Komentar