Beranda SUMATERA UTARA Pematangsiantar

Pemko Pematangsiantar Distribusikan 196 KKS Bansos kepada Keluarga Penerima Manfaat

570

PEMATANGSIANTAR, Sinkap.info – Pemerintah kota Pematangsiantar melalui Dinas Sosial P3A dan BRI cabang Pematangsiantar distribusikan KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) sebanyak 196 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 684 KPM yang akan disalurkan di 6 kecamatan kota Pematangsiantar, pada Kamis (6/4).

Pendistribusian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Buku Tabungan (BUTAB) kepada Keluarga Penerima Manfaat dijadwalkan 2 hari yakni, Kamis 06 Mei 2021 di kecamatan Siantar marihat, Siantar barat dan Siantar marimbun mulai jam 08.00 s/d 10.00 Wib.
Hari setelahnya Jumat 07 Mei di kecamatan Siantar martoba, Siantar timur dan Siantar selatan pada jam yang sama.

“Sisa KPM yang belum disalurkan KKS dan BUTAB sebanyak 488 KPM tersebar di 8 Kecamatan, karena menunggu surat perintah pendistribusian dari Kementerian Sosial,” kata Kabid Sosial pada saat acara launching distribusi KKS.

Menurut Drs. Risbon Sinaga, MM  Kabid Sosial, pendistribusian KKS untuk kecamatan Siantar Marihat didistribusikan sebanyak 48 KPM melalui Pendamping Bansos dan Bank BRI kota pematangsiantar.

Kabid Sosial menegaskan bahwa Bansos seperti PKH maupun BPNT hanya diberikan kepada warga kurang mampu, dan bukanlah warisan.

“Penerima bantuan ini diberikan kepada warga tidak mampu. Harapan pemerintah kepada penerima agar bisa mengatur keuangannya untuk keperluan anak sekolah, ditabung sedikit-sedikit untuk peningkatan ekonomi,” pesan Saut Sinaga.

Kabid Sosial mengingatkan jika ditemukan warga penerima Bansos bukan warga kurang mampu/tidak tepat sasaran, kepesertaan akan di graduasi (dicoret). Karena Bansos harus tepat sasaran. Ia menambahkan, Dinsos P3A siap menerima aduan kalangan masyarakat jika ada ditemukan bantuan tidak tepat sasaran, karena Dinsos P3A telah ada petugas penerima aduan.

Selain itu, sambung Saut, peserta KPM PKH juga akan diberikan informasi dan materi-materi oleh SDM PKH pada Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan Kehadiran peserta juga diperhatikan apabila tidak mengikuti P2K2 3 bulan berturut-turut maka akan dikeluarkan dari kepesertaan. Saya juga menghimbau agar KPM PKH maupun BPNT menjadi Garda Terdepan atau menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat dalam Penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid 19 dengan membiasakan 5 M: Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menghindari Keramaian dan Menghindari Mobilasasi massa di sekitarnya.

Ditempat yang sama, Camat Siantar marihat diwakili Sekretaris kecamatan Saut Perlindungan Sinaga, S.IP mengatakan Penerima Bantuan PKH dari Kementerian Sosial RI walaupun tidak bisa mencakup seluruh warga, harapan saya untuk yang penerima bantuan PKH ini agar dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kegunaannya dan jika sudah mampu segera untuk mengundurkan diri agar bisa diganti dengan warga yang masih membutuhkan.

Pemerintah kecamatan Siantar marihat, ucap Sekcam Saut, memberikan apresiasi atas Pendataan di kecamatan Siantar Marihat. Khusus kepada Peserta KPM yang baru menerima bantuan PKH agar uang yang diterima digunakan untuk keperluan Kehidupan sehari hari, dan jangan membuat malas bekerja.

Sementara, Koordinator kota PKH Pematangsiantar Rudi hartono mengingatkan kepada Penerima Bantuan PKH agar menyimpan KKS dan BUTAB dengan baik. Jangan sampai menyalahgunakan ATM KKS seperti digunakan judi online, transfer dana untuk belanja online dan digunakan dari dana bantuan sosial PKH diluar kebutuhan Pendidikan dan Kesehatan.

“Saya selaku Korkot PKH memberikan apresiasi kepada Petugas Bansos BRI, Dinas Sosial P3A yang telah memberikan Motivasi, dan saya berpesan mewakili SDM PKH agar mendapat diperhatikan lebih baik lagi,” tuturnya kepada media ini.

©SINKAP.info | Laporan: Gomgom S
Facebook Comments