Beranda RIAU Dumai

Diduga Tidak Sesuai Kontrak, AMAK Soroti Pekerjaan Rehabilitasi SDN 3 Dumai

224
Foto Istimewa - Sumber foto: radiosuarakudus

DUMAI, Sinkap.infoPekerjaan Rehabilitasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 003 Kelurahan Sukajadi, Kota Dumai didanai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kota Dumai Tahun Anggaran (TA) 2019 mendapat sorotan banyak pihak, salah satunya dari Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Pekanbaru.

Sorotan tersebut dikarenakan bangunan senilai Rp 2,3 Milyar tersebut baru seumuran jagung diduga telah mengalami banyak kerusakan, yaitu berupa keretakan hampir merata ditiap ruas bangunan. Menurut pantauan AMAK dilokasi bangunan SD tersebut banyak terjadi retak-retak terutama pada dinding yang berdekatan dengan jendela.

Selain itu pengerjaan yang dilaksanakan oleh pemenang lelang yaitu CV. TAO BAKTI, untuk pekerjaan lantai belakang bangunan terlihat tipis, terbukti lantainya sudah banyak berlubang. Sehingga tidak heran jika bangunan dengan kontrak Rp 2.318.711.043,34 Milyar tersebut mendapat sorotan banyak pihak, dan selayaknya aparat penegak hukum untuk mengusut Pekerjaan Revitalisasi SDN 003 tersebut.

“Pekerjaan Revitalisasi SDN 003 jika mengacu kontrak dimulai tanggal 25 Juli 2019 dan berakhir 24 Desember 2019, namun sangat disayangkan meski baru saja dikerjakan, banyak terjadi keretakan pada dinding bangunan. Parahnya lagi, lantai belakang gedung banyak yang berlubang diduga karena penimbunan tidak padat serta tipisnya pengecoran dilakukan,” ungkap Gusri selaku koordinator Aliansi.

Gusri membeberkan, ada satu lagi diduga yang tidak dikerjakan kontraktor CV. TAO BAKTI, yaitu pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga sampai sekarang menurut pengakuan petugas yang enggan disebut namanya meberitahukan bahwa lMB tersebut belum juga ada atau siap padahal pengurusannya termasuk salah satu item pada kontrak.

Terkait adanya dugaan penyimpangan pada pekerjaan Revitalisasi SDN 003 Kelurahan Sukajadi, Koordinator Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) Gusri, melontarkan tanggapan dan berharap jika memang terjadi penyimpangan harus diusut sampai tuntas, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengerjaan revitalisasi bangunan tersebut.

Menurut Gusri lagi, Pihak yang harus dipanggil dan dimintai keterangan oleh pihak berwajib adalah Dwi yang membawa CV. TAO BAKTI, Idham selaku pemilik CV. TAO BAKTI, PPK Widodo, PPTK Deni dan bisa juga Tim PHO yaitu Ali Wardhana.

Kami dari Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (AMAK) akan menjadi pelopor untuk meminta aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan kasus tersebut.

“Menindaklanjuti dari dugaan tersebut, Kita dari AMAK dalam waktu dekat ini juga akan melaporkan ke Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Riau, agar dapat diusut tuntas, karena hal ini mengakibatkan kerugian pada Negara,” tandas Gusri.[]

Rls | Sumber: Lp MHH
Facebook Comments