Beranda KOLOM Opini APD Kekurangan, Tanda Kebijakan Tak Sejalan

APD Kekurangan, Tanda Kebijakan Tak Sejalan

295
Watik Handayani Guru Cinere-Depok

OPINI, Sinkap.info – Kemampuan negara dalam manangani wabah covid-19 dengan menyediakan APD (Alat Pelindung Diri) seadanya sungguh bikin miris. Padahal Indonesia mampu memproduksinya sendiri. Industri dalam negeri mampu untuk memproduksi APD itu untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kapasitas produksi APD pada 2019 lalu mencapai 17.370.552 unit per bulan sedangkan kebutuhan saat ini antara 9 juta sampai 16,5 juta unit.

Kebutuhan APD untuk penanganan Covid-19 empat bulan ke depan, menurut tim Percepatan Penanganan Covid-19 sebanyak 3 juta unit. Sebagai cadangan menghadapi kemungkinan pandemi yang meningkat maka disiapkan tiga kali lipat dari kebutuhan. Sedangkan kebutuhan APD versi Kemendagri sebanyak 16,5 juta unit perbulan dengan perhitungan kebutuhan perprovinsi.

MENARIK DIBACA:  Meneropong 'Drama Politik' BERSERI

Namun demikian, kapasitas produksi yang dimaksud barulah angka di atas kertas. Karena itu tak mengherankan bila di lapangan ditemukan banyak keluhan adanya kekurangan APD. Di Indonesia terdapat 28 perusahaan produsen APD. Namun baru lima yang sudah beroperasi sejak awal sedangkan sisanya masih persiapan dan baru berproduksi awal April 2020.

Selama ini, 40-50 juta unit/bulan untuk penjualan di dalam negeri, 50-60 juta unit/bulan untk diekspor. Dengan demikian kebutuhan 112-122 juta unit/bulan dari impor. Sebenarnya kemampuan ini bukan hanya di atas kertas yang belum terlaksana. Negara kita mampu saja produksi APD fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri bukan untuk diimpor.

Maka demi kemaslahatan bersama, harus ada tindakan tegas agar APD produksi sendiri tidak untuk di eskpor keluar negeri. Sekalipun alasannya demi perbaikan ekonomi. APD saja kita kekurangan, itu tanda ada kebijakan yang tak tepat dan tak sejalan mengingat Indonesia negara produsen. Kita harus segera berbenah karena kondisi saat ini genting sekali. Tak main-main, Kita semua sedang manghadapi wabah covid-19. Kalau terus seperti ini, dimana pedulinya negara terhadap masyarakatnya?

SINKAP.info | Penulis: Watik Handayani
Facebook Comments
MENARIK DIBACA:  Dibalik Ucapan Selamat, Hasil Rekruitmen Panwascam Dipertanyakan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here