SINGAPURA, SINKAP.info – Perusahaan logistik global Rhenus Group merilis Sustainability Report 2025 yang menyoroti transformasi besar dalam pengelolaan keberlanjutan, dari tahap pembangunan sistem menuju implementasi kinerja global yang terukur dan terintegrasi.
Laporan tersebut menegaskan tahun 2025 sebagai tonggak penting bagi Rhenus Group dalam membangun kerangka kerja keberlanjutan yang lebih terpusat, transparan, dan dapat diterapkan secara global di seluruh jaringan operasionalnya.
Salah satu capaian utama adalah komitmen terhadap Science Based Targets initiative (SBTi), yang memperkuat strategi dekarbonisasi perusahaan melalui penetapan metodologi pengukuran emisi dan peta jalan pengurangan emisi yang lebih terstruktur.
Selain itu, perusahaan juga meraih status EcoVadis Platinum sebagai bentuk pengakuan atas peningkatan kinerja keberlanjutan di tingkat internasional.
Direktur HR, Sustainability, dan Compliance Rhenus Group, Dr. Joana Baetz, menyebut tahun 2025 sebagai fase penting dalam penyatuan sistem keberlanjutan di seluruh organisasi global.
Ia menegaskan bahwa perusahaan kini telah memiliki sistem terintegrasi yang memungkinkan pemantauan kinerja secara lebih konsisten, transparan, dan dapat diperluas.
Menurutnya, fokus ke depan adalah memanfaatkan sistem tersebut untuk pengambilan keputusan berbasis data, penguatan indikator kinerja utama (KPI), serta peningkatan akuntabilitas di seluruh lini bisnis.
Dari sisi operasional, laporan tersebut menyoroti inovasi transportasi rendah emisi seperti penggunaan hybrid push barge Mannheim I+II yang mampu menekan emisi CO₂ dan NOx hingga 72 persen dibandingkan sistem konvensional.
Jika menggunakan bahan bakar HVO100, pengurangan emisi bahkan dapat mencapai hingga 90 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di jalur sungai Rhine.
Di sektor keselamatan kerja, Rhenus Group mencatat nol kecelakaan fatal sepanjang 2025, serta peningkatan signifikan pada indikator keselamatan kerja lainnya, termasuk penurunan tingkat cedera kerja dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pengelolaan limbah, perusahaan berhasil mengalihkan sebagian besar limbah dari pembuangan akhir melalui tingkat daur ulang yang sangat tinggi, menunjukkan penguatan praktik ekonomi sirkular dalam operasional logistiknya.
Selain aspek lingkungan, laporan ini juga menyoroti penguatan tata kelola perusahaan melalui pembaruan kebijakan sosial global, implementasi sistem digital Workday untuk pelaporan KPI sosial, serta penguatan sistem kepatuhan terkait anti-korupsi, antimonopoli, dan mekanisme pelaporan pelanggaran.
Group Director of Sustainability Rhenus Group, Juthaporn Srinang, mengatakan bahwa peningkatan kualitas data dan tata kelola menjadi fondasi penting dalam memperkuat transparansi perusahaan.
Ia menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah mengubah sistem tersebut menjadi aksi nyata yang dapat diterapkan secara konsisten dalam layanan kepada pelanggan.
Ke depan, Rhenus Group akan memfokuskan strategi pada pemanfaatan sistem keberlanjutan untuk mengukur kinerja secara lebih presisi serta mengembangkan layanan logistik berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas di pasar global.
Laporan ini menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi fase pembangunan fondasi, sementara tahun-tahun berikutnya akan difokuskan pada implementasi dan penciptaan nilai bisnis dari strategi keberlanjutan tersebut.







