Paduan Suara Anak Wuzhishan dan Teh Hainan Memukau Dunia di Roma Internasional

GLOBAL42 Dilihat

ROMA, SINKAP.info – Budaya teh hutan hujan asal Wuzhishan, Hainan, China, mencuri perhatian dunia dalam peringatan Hari Teh Internasional yang digelar di markas besar Food and Agriculture Organization di Roma, Italia, pada 21 Mei 2026.

Delegasi Wuzhishan menghadirkan Paduan Suara Anak Hutan Hujan serta teh daun besar khas Hainan yang menjadi salah satu pusat perhatian dalam acara internasional tersebut. Penampilan anak-anak itu sukses memikat para tamu undangan melalui lagu orisinal “Lishan Tea Song” dan lagu klasik Italia “O Sole Mio”.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, serta Duta Besar China untuk badan-badan PBB di Roma, Zhang Lubiao.

Zhang Lubiao menyebut penampilan delegasi Wuzhishan menjadi momen bersejarah bagi China di lingkungan FAO.

“Ini pertama kalinya delegasi China tampil di aula perjamuan ini. Saya merasa sangat bangga. Delegasi Wuzhishan akan meninggalkan catatan penting dalam sejarah FAO,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Resort Premium di Berawa Kembali Diburu, FINNS Bali Masuki Tahap Penjualan Kedua

Peringatan Hari Teh Internasional tahun ini merupakan penyelenggaraan ketujuh sejak ditetapkan sebagai agenda resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dalam acara tersebut, FAO menggelar pertemuan budaya dan sesi pencicipan teh yang diikuti berbagai negara, di antaranya China, Indonesia, Kanada, Kenya, Azerbaijan, Rusia, Sri Lanka, dan Turki.

Setiap negara menampilkan teh khas dan tradisi budaya masing-masing sebagai simbol persahabatan lintas negara melalui budaya teh.

Delegasi Wuzhishan turut membuka area pameran yang menampilkan teh daun besar hutan hujan serta produk budaya etnis khas Hainan. Para ahli teh memperagakan proses penyeduhan kepada tamu internasional, sementara teh hitam daun besar dengan karakter “warna amber dan aroma madu” mendapat apresiasi tinggi dari pengunjung.

MENARIK DIBACA:  Studi Crayon Ungkap Tren Belanja IT SMB di Asia Pasifik Didominasi AI dan Cloud

Teh daun besar Hainan diketahui merupakan spesies unik dari genus Camellia yang berkembang secara alami di Pulau Hainan dan memiliki keragaman genetik yang kaya. Temuan penelitian terkait keunikan teh tersebut sebelumnya dipublikasikan dalam jurnal Agrobiodiversity pada 17 Mei 2024.

Selain promosi budaya, delegasi Wuzhishan juga melakukan pembicaraan bisnis dengan sejumlah perusahaan Italia untuk menjajaki peluang ekspor produk teh dan kerja sama perdagangan elektronik lintas negara.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas pasar internasional bagi industri teh Hainan sekaligus memperkuat pertukaran budaya antara China dan Italia.

Hari Teh Internasional sendiri merupakan observasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diinisiasi China untuk mendorong pertukaran budaya teh global dan pembangunan industri teh berkelanjutan di berbagai negara.