SINGAPURA, SINKAP.info – The Ascott Limited mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI-ready infrastructure) guna mempercepat transformasi menuju era agentic commerce, di mana sistem AI berperan aktif dalam proses perencanaan hingga pemesanan layanan akomodasi.
Langkah ini diumumkan pada 23 April 2026 di Singapura, sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memimpin transformasi digital di industri hospitality global.
Ascott yang merupakan unit bisnis dari CapitaLand Investment, menjalin tiga kemitraan strategis dengan Accenture, Amadeus, serta EHL Hospitality Business School untuk memperkuat transformasi di bidang arsitektur digital, distribusi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dorong Transformasi Industri Lewat AI
CEO Ascott, Kevin Goh, mengatakan bahwa industri hospitality saat ini tengah mengalami perubahan besar akibat tekanan distribusi, meningkatnya ekspektasi tamu, serta keterbatasan tenaga kerja.
“Alih-alih menunggu arah perkembangan AI agentic di industri perjalanan, kami memilih membangun infrastruktur untuk membentuknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan lebih dari 1.000 properti di 230 kota, Ascott menargetkan integrasi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, optimalisasi inventori, serta pengalaman tamu yang lebih personal.
AI Ubah Cara Wisatawan Memesan Akomodasi
Ascott juga memperkuat sistem digital melalui pengembangan asisten virtual berbasis AI bernama Cubby, yang sejak 2023 telah menangani lebih dari 900.000 permintaan tamu.
Ke depan, Cubby akan dikembangkan menjadi personal travel agent yang mampu melakukan perencanaan perjalanan, memberikan rekomendasi, hingga melakukan pemesanan secara otomatis berbasis kebutuhan pengguna.
“Brand harus hadir di dalam algoritma karena keputusan perjalanan kini banyak terjadi di sistem AI, bukan hanya di platform manusia,” ujar Chief Commercial Officer Ascott, Tan Bee Leng.
Kolaborasi Teknologi dan Pendidikan
Dalam kerja sama dengan Accenture, Ascott membangun fondasi arsitektur digital baru berbasis AI yang menghubungkan sistem reservasi, manajemen properti, hingga loyalitas pelanggan.
Sementara itu, bersama Amadeus, Ascott mengimplementasikan sistem Central Reservations System (ACRS) berbasis API yang memungkinkan distribusi kamar lebih fleksibel dan berbasis atribut, bukan hanya tipe kamar.
Di sisi lain, EHL Hospitality Business School berperan dalam pengembangan pelatihan tenaga kerja untuk memastikan transformasi AI tetap mengutamakan kualitas layanan manusia.
Strategi Menuju Hospitality Masa Depan
Ascott menargetkan peningkatan efisiensi operasional, percepatan waktu distribusi produk, serta peningkatan nilai pemesanan melalui integrasi teknologi AI.
Perusahaan juga menegaskan bahwa meski teknologi menjadi penggerak utama, aspek manusia tetap menjadi inti dari pengalaman hospitality.
Dengan strategi ini, Ascott menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor global dalam penerapan AI di industri perhotelan, sekaligus memperkuat langkah menuju ekosistem perjalanan berbasis agentic commerce di masa depan.







