Tambang Batu Bara Disulap Jadi Pertanian Modern, Hasilkan Cuan Besar Berkelanjutan

GLOBAL62 Dilihat

ORDOS, SINKAP.info – Sebuah inisiatif ekologis mengubah wajah industri pertambangan batu bara di Distrik Dongsheng, Kota Ordos, China. Area reklamasi Tambang Batu Bara Minda kini dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan peternakan, menandai pergeseran signifikan dari eksploitasi sumber daya menuju pemanfaatan berkelanjutan.

Pada 20 April 2026, para pekerja terlihat menanam bibit semangka di rumah kaca yang dibangun di atas lahan reklamasi tambang terbuka tersebut. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya optimalisasi musim tanam sekaligus simbol transformasi di kawasan yang sebelumnya didominasi aktivitas pertambangan.

Tambang Minda, yang memiliki kapasitas produksi hingga 8 juta ton batu bara per tahun, kini berdampingan dengan lebih dari 300 rumah kaca pertanian serta kawasan peternakan yang mampu menghasilkan ribuan ternak setiap tahun, mulai dari babi, sapi, domba hingga ayam.

Program transformasi ini dimulai pada 2018 dengan tujuan awal menyediakan bahan pangan segar bagi pekerja tambang. Namun dalam tujuh tahun terakhir, konsep pertanian terpadu berbasis “rantai sirkular tanam dan ternak” berkembang menjadi sumber ekonomi baru. Pada 2025, nilai output pertanian mencapai 12 juta yuan dan memberikan manfaat bagi 150 keluarga petani di Kota Tongchuan, dengan peningkatan pendapatan rata-rata sebesar 30.000 yuan per tahun.

MENARIK DIBACA:  CNA Gandeng Media OutReach Tawarkan Layanan Publikasi Rilis Media Berbayar Global

Selain itu, sebuah supermarket ekologi yang dibuka lima bulan lalu di kawasan Dongsheng kini melayani sekitar 300 pelanggan setiap hari, dengan penjualan harian menembus 10.000 yuan.

Meski demikian, tantangan besar tetap dihadapi, terutama kondisi geografis Plateau Ordos yang kering dengan curah hujan kurang dari 400 milimeter per tahun. Untuk mengatasi hal ini, pihak tambang menginvestasikan 150 juta yuan guna membangun 11 kolam penampungan air hujan dengan kapasitas total 5.000 meter kubik, menciptakan sistem “bank air hujan” yang mampu memanfaatkan seluruh air yang terkumpul.

Perbaikan kualitas tanah juga dilakukan melalui berbagai metode, termasuk penambahan pupuk biologis. Hasilnya, kandungan bahan organik tanah meningkat dari 0,2 persen menjadi 1,5 persen di area seluas 14.000 mu.

MENARIK DIBACA:  Ascott Cetak Rekor Ekspansi Asia Tenggara, Tambah Ribuan Properti dan Kuasai Pasar Hotel

Pimpinan Tambang Minda menegaskan pentingnya keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya.

“Batu bara suatu saat akan habis, tetapi lahan harus tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Saat ini, Distrik Dongsheng telah mencapai tingkat sertifikasi tambang hijau sebesar 87 persen, dengan reklamasi lahan mencapai 820 hektare. Berbagai sektor baru seperti pertanian, peternakan, energi surya, dan budidaya tanaman mulai berkembang di kawasan tersebut.

Jika sebelumnya sektor pertambangan menyumbang hingga 90 persen pendapatan, kini pertanian ekologis telah berkontribusi 18 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 35 persen pada 2027. Pengembangan industri lanjutan seperti pabrik pengolahan makanan, pakan, pupuk, hingga pusat pembibitan juga tengah direncanakan.

Transformasi Tambang Minda menjadi contoh bagaimana wilayah berbasis sumber daya dapat beradaptasi menghadapi keterbatasan cadangan alam, sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi berkelanjutan di atas permukaan tanah.