Nusron Bongkar Fakta Tanah Tak Bersertifikat, Mahasiswa Diajak Sadar Nilai Ekonominya

Ekonomi33 Dilihat

PALU, SINKAP.info – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa memahami pentingnya nilai ekonomi tanah melalui kepastian hukum hak atas tanah dalam kuliah umum di UIN Datokarama Palu, Rabu (01/04/2026).

Dalam pemaparannya, Nusron menegaskan bahwa tanah yang belum memiliki sertipikat belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak orang memiliki tanah, tetapi belum bersertipikat sehingga tidak memiliki nilai ekonomi. Maka lahirlah program PRONA yang dilanjutkan menjadi PTSL,” ujarnya di hadapan mahasiswa.

Ia menjelaskan, legalitas tanah menjadi kunci agar aset tersebut dapat diakses dalam sistem ekonomi formal, seperti dijadikan jaminan perbankan, serta meminimalisir potensi konflik kepemilikan.

MENARIK DIBACA:  ATR/BPN Gelar Vaksin HPV, ASN Perempuan Kini Terlindungi dari Ancaman Kanker Serviks

Nusron juga mengutip pandangan ekonom Hernando de Soto yang menyebut bahwa kemiskinan tidak dapat diatasi hanya melalui bantuan sosial, melainkan dengan pemberian akses legal terhadap aset, termasuk tanah.

“Tanpa legalitas yang jelas, tanah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal dalam sistem ekonomi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan capaian program sertipikasi tanah nasional yang terus meningkat. Dari sekitar 45 juta sertipikat sebelum 2017, kini jumlahnya telah mencapai 126 juta. Meski demikian, masih terdapat sekitar 14,4 juta bidang tanah yang belum tersertipikasi.

MENARIK DIBACA:  Presiden Jokowi Resmikan Pabrik Viscose Rayon Terintegrasi Terbesar di Indonesia

Melalui kuliah umum tersebut, Nusron berharap mahasiswa dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya kepastian hukum atas tanah.

“Generasi muda memiliki peran penting untuk memahami dan menyebarkan kesadaran tentang pentingnya legalitas tanah,” tambahnya.

Turut mendampingi Menteri ATR/BPN dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Staf Khusus Bidang Reforma Agraria Rezka Oktoberia, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Tengah Muhammad Naim.

Kegiatan ini juga dihadiri Rektor UIN Datokarama Palu, Lukman S. Thahir, beserta civitas academica.