Wamen ATR Dorong TSTH2 Sumut, Kepastian Tanah Jadi Kunci Pengembangan Pertanian Modern

Ekonomi22 Dilihat

SUMATERA UTARA, SINKAP.info – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di kawasan Kabupaten Humbang Hasundutan. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pembangunan berbasis riset dan teknologi di sektor pertanian.

Pernyataan tersebut disampaikan Ossy dalam Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis kecerdasan buatan (AI) di kawasan Institut Teknologi Del, Kecamatan Pollung, Rabu (01/04/2026).

“Kementerian ATR/BPN mendukung penuh upaya mewujudkan kemandirian pangan. Kepastian tata ruang dan kepastian atas tanah menjadi aspek utama yang akan kami berikan,” ujar Ossy.

Kawasan TSTH2 sendiri dirancang sebagai pusat riset terintegrasi yang berfokus pada pengembangan bibit unggul, serta budidaya tanaman hortikultura dan herbal dari skala lokal hingga internasional. Keberadaan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian sekaligus mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan.

MENARIK DIBACA:  ATR/BPN Gaspol Lindungi Lahan Sawah Demi Swasembada Pangan Nasional 2029 Indonesia

Ossy menilai, pendekatan berbasis sains dan data menjadi kunci dalam perumusan kebijakan pembangunan. Ia mengapresiasi berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Dalam mengambil keputusan atau menetapkan kebijakan, kita harus berlandaskan data, bukan sekadar asumsi atau prediksi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Panjaitan, menekankan pentingnya riset dalam mendukung ketahanan nasional, khususnya di sektor pangan.

MENARIK DIBACA:  Heboh Tagihan Pajak Penjahit Rp2,8 M, DJP Pastikan Itu Klarifikasi Data

“Setiap program harus didasarkan pada studi dan riset. Dari data itulah kebijakan dapat dijalankan secara tepat,” ujar Luhut.

Ia menambahkan, seluruh komponen pendukung pengembangan TSTH2 telah tersedia, sehingga langkah selanjutnya adalah memastikan implementasi berjalan secara terintegrasi dan kolaboratif.

Usai rapat, Ossy bersama Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, serta sejumlah perwakilan kementerian/lembaga meninjau fasilitas greenhouse pembibitan di kawasan tersebut. Di lokasi ini dikembangkan berbagai tanaman hortikultura dan herbal, seperti kentang, bawang, cabai, hingga tanaman obat.

Turut mendampingi Ossy dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Penataan Agraria Embun Sari serta Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara Sri Pranoto beserta jajaran.