BEIJING, SINKAP.info – Rencana pembangunan nasional China’s 15th Five-Year Plan menjadi perhatian dunia di tengah meningkatnya ketidakpastian global, mulai dari ketegangan geopolitik, fragmentasi ekonomi, hingga perubahan iklim.
Isu ini mengemuka dalam forum internasional Boao Forum for Asia Annual Conference yang mempertemukan para pembuat kebijakan dan pelaku bisnis global. Dalam forum tersebut, arah kebijakan pembangunan China dinilai memiliki dampak signifikan, tidak hanya bagi domestik, tetapi juga bagi kawasan dan dunia.
Mantan Administrator United Nations Development Programme, Achim Steiner, menilai transisi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam rencana tersebut. Ia menyebut langkah China dalam pengembangan energi terbarukan, seperti panel surya dan kendaraan listrik, telah menekan biaya global sekaligus memperluas akses teknologi.
Menurutnya, pendekatan ini membuka peluang besar bagi negara berkembang, khususnya di Afrika, yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik. Ia juga menilai komitmen China terhadap isu iklim dapat menjadi contoh di tengah melemahnya komitmen sebagian negara Barat.
Sementara itu, Mohd Faiz Abdullah dari Institute of Strategic and International Studies menyoroti pentingnya kerja sama regional antara China dan ASEAN. Ia menyebut kemitraan tersebut sebagai salah satu kekuatan ekonomi paling dinamis di dunia, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi global yang semakin terfragmentasi.
Menurutnya, implementasi Regional Comprehensive Economic Partnership akan memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, termasuk manufaktur maju, transformasi hijau, dan peningkatan teknologi.
Di sisi lain, mantan Kepala Ekonom Bank Dunia, Justin Yifu Lin, menilai China tetap menjadi sumber stabilitas dalam ekonomi global. Ia menyebut sejak 2008, China telah berkontribusi sekitar 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.
Meski menghadapi tantangan seperti gangguan rantai pasok, ketegangan perdagangan, serta tekanan domestik seperti penuaan penduduk, Lin menilai China masih memiliki potensi pertumbuhan signifikan, didukung oleh inovasi teknologi, pasar domestik yang besar, serta basis industri yang kuat.
Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Rencana Lima Tahun ke-15 China dinilai menjadi arah penting dalam mendorong pembangunan berkualitas tinggi dan modernisasi ekonomi. Namun, sejumlah tantangan tetap harus dihadapi untuk memastikan target pembangunan tersebut dapat tercapai secara berkelanjutan.







