Danantara Buka Pendaftaran Mitra PSEL, Peluang Besar Proyek Sampah Jadi Energi Nasional

Ekonomi, NASIONAL291 Dilihat

JAKARTA, SINKAP.info – Pemerintah melalui PT Danantara Investment Management membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) untuk menjaring mitra strategis dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Langkah ini merupakan bagian dari upaya percepatan transisi energi sekaligus penanganan persoalan sampah perkotaan melalui skema pembangkit listrik berbasis waste-to-energy (WtE).

Program PSEL sendiri didukung regulasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang mengatur pengelolaan sampah perkotaan berbasis energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Dalam implementasinya, DPT menjadi mekanisme pra-kualifikasi untuk menyeleksi perusahaan yang memiliki rekam jejak kuat, kapasitas finansial, serta keahlian teknis di bidang WtE.

MENARIK DIBACA:  Aice Group Bangun Ruang Kelas Serbaguna untuk Santri di Lombok

“Program ini dirancang agar proses pembentukan DPT berjalan transparan dan sistematis, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik,” ujar manajemen Danantara dalam keterangan resminya.

Pendaftaran terbuka bagi perusahaan tunggal maupun konsorsium, baik dari dalam maupun luar negeri, dengan syarat berasal dari negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Untuk menjamin kredibilitas proses, DIM menunjuk agen independen dalam tahap registrasi dan verifikasi (R&V). Langkah ini bertujuan memastikan seluruh peserta melalui proses evaluasi yang terstruktur dan transparan.

MENARIK DIBACA:  Pemerintah Targetkan Penurunan Biaya Haji dan Pemangkasan Masa Tunggu Jadi 26 Tahun

Periode pengajuan dokumen verifikasi dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret hingga 25 April 2026. Sementara itu, diskusi teknis virtual (aanwijzing) akan digelar dalam dua tahap, yakni pada 26 Maret dan 1 April 2026, guna memberikan pemahaman lebih rinci kepada calon peserta.

Meski tidak bersifat wajib, forum aanwijzing diharapkan dapat membantu peserta memahami persyaratan sebelum menyampaikan dokumen akhir melalui kanal resmi.

Melalui skema kemitraan ini, pemerintah menargetkan kolaborasi yang mampu membagi risiko dengan sektor swasta sekaligus memastikan keberlanjutan operasional proyek PSEL di masa depan.