Kader IMM Terluka Saat Demo, Kapolda Riau Didesak Dicopot dan Aparat Diadili

Pekanbaru31 Dilihat

PEKANBARU, SINKAP.info – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Riau mengecam keras dugaan tindakan represif aparat kepolisian saat mengamankan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Riau. Dalam insiden tersebut, seorang kader IMM Riau bernama Luthfi Suhaz dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis.

Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, menilai tindakan yang terjadi dalam pengamanan aksi tersebut tidak hanya melanggar prosedur pengamanan, tetapi juga mencederai prinsip demokrasi dan hak asasi manusia yang dijamin konstitusi.

Menurut Alpin, peristiwa yang menimpa Luthfi Suhaz tidak dapat dipandang sebagai kesalahan individu semata, melainkan harus menjadi perhatian serius karena menyangkut tanggung jawab institusi.

“Kami menilai insiden ini harus diusut secara transparan, objektif, dan akuntabel. Setiap tindakan aparat yang melampaui kewenangan, apalagi hingga mengakibatkan warga sipil dan mahasiswa terluka, harus dipertanggungjawabkan di muka hukum. Ini adalah persoalan institusional, bukan sekadar oknum,” ujar Alpin dalam keterangan resminya.

MENARIK DIBACA:  Merah Putih Gabungan IMM dan KAMMI Riau Tolak Kenaikan BBM Bersubsidi

Sementara itu, Ketua Bidang Hikmah, Kebijakan Publik, dan Politik DPD IMM Riau, Iyowan May Ozifa, menilai aparat kepolisian seharusnya berperan mengamankan jalannya penyampaian aspirasi masyarakat, bukan melakukan tindakan yang berujung pada kekerasan.

“Tindakan represif ini adalah bukti nyata terjadinya kemunduran dalam ruang demokrasi kita di Riau. Hak menyatakan pendapat di muka umum adalah hak konstitusional yang sah dan dilindungi undang-undang. Ketika instrumen negara merespons dialektika mahasiswa dengan kekerasan fisik, maka ada fungsi pengamanan yang fatal dan keliru di lapangan,” kata Iyowan.

Ia menambahkan, DPD IMM Riau akan mengonsolidasikan kekuatan organisasi untuk mengawal kasus tersebut melalui jalur hukum hingga tuntas.

Dalam pernyataannya, DPD IMM Riau menyampaikan sejumlah tuntutan kepada institusi kepolisian. Organisasi mahasiswa tersebut meminta adanya evaluasi terhadap pimpinan kepolisian di wilayah Riau, penindakan tegas terhadap anggota yang diduga terlibat dalam tindakan represif, serta meminta perhatian langsung dari Kapolri terhadap kasus tersebut.

MENARIK DIBACA:  Keren! Kader IMM Riau Lulus Tanpa Skripsi, Tembus Jurnal Nasional Bergengsi SINTA 2

DPD IMM Riau menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi tidak akan menyurutkan komitmen kader IMM dalam menyuarakan aspirasi masyarakat melalui jalur demokratis. Organisasi itu juga menyebut insiden tersebut telah memunculkan gelombang solidaritas dari kader IMM di berbagai daerah.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, DPD IMM Riau bersama tim hukum disebut masih mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk dokumentasi digital dan hasil visum medis, guna memperkuat laporan yang akan disampaikan kepada pihak berwenang.

DPD IMM Riau menyatakan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga terdapat kejelasan hukum yang dinilai memenuhi rasa keadilan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan yang disampaikan DPD IMM Riau.