PARIS, SINKAP.info – Hong Kong Science and Technology Parks Corporation (HKSTP) memperkuat perannya sebagai penghubung ekosistem inovasi Asia dan Eropa setelah menuntaskan partisipasinya dalam ajang teknologi internasional Viva Technology (VivaTech) 2026 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 17–20 Juni 2026.
Dalam pameran teknologi yang merayakan satu dekade penyelenggaraannya tersebut, HKSTP berhasil memfasilitasi sejumlah kerja sama strategis antara perusahaan rintisan asal Hong Kong dengan mitra inovasi dari berbagai negara di Eropa. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor teknologi hijau, robotika, hingga pengelolaan aset berbasis Internet of Things (IoT).
Salah satu kerja sama dilakukan oleh perusahaan mikroalga Algreen dengan ForNatures, perusahaan Climate Tech asal Korea Selatan yang bergerak di bidang pengelolaan penangkapan karbon. Kemitraan ini bertujuan memperkuat kapasitas penelitian dan pengembangan kedua perusahaan dalam mendukung target Environmental, Social, and Governance (ESG).
Di sektor robotika, Robocore menjalin kerja sama dengan ARCHTYP, startup perangkat lunak kognitif asal Slovenia. Selain itu, Robocore juga berhasil mencapai kesepakatan bisnis dengan perusahaan periklanan luar ruang asal Prancis, JCDecaux, untuk memasok seribu unit robot sekaligus memperluas penetrasi pasar di Eropa.
Sementara itu, solusi pengelolaan aset hijau milik LeafIoT menarik perhatian sejumlah institusi dan profesional Eropa, termasuk French Agricultural Research Centre for International Development (CIRAD), perusahaan restorasi lingkungan asal Catalonia Gremi de Jardineria de Catalunya, serta Profesor Andrea Galli dari Laboratory of Geotechnical Analysis and Modelling (GeoT-LAM) di Politecnico di Milano. Sejumlah pihak tersebut tengah menjajaki peluang kerja sama dan pengembangan teknologi lebih lanjut.
Peluang Bisnis Meningkat Lebih dari 50 Persen
Partisipasi HKSTP di VivaTech 2026 menunjukkan hasil yang signifikan. Dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, delegasi Hong Kong mencatat peningkatan lebih dari 50 persen dalam jumlah peluang kerja sama bisnis.
Secara keseluruhan, delegasi HKSTP berhasil mengidentifikasi lebih dari 200 prospek bisnis dengan total nilai potensial mencapai HK$70 juta.
Ajang tahunan tersebut menjadi wadah bagi para pendiri startup untuk terhubung dengan komunitas inovasi dan teknologi internasional melalui sesi pitching, business matching, pertemuan investor, hingga forum jejaring profesional.
Hong Kong Jadi Gerbang Inovasi Menuju Pasar Asia
Chief Executive Officer HKSTP, Terry Wong, mengatakan bahwa Prancis dan Uni Eropa merupakan pasar strategis bagi perusahaan inovasi dan teknologi asal Hong Kong maupun Tiongkok Daratan yang ingin memperluas jangkauan global.
“Prancis dan Uni Eropa menawarkan peluang besar bagi perusahaan inovasi dan teknologi untuk berkembang di tingkat global. VivaTech menjadi platform kelas dunia untuk kolaborasi, penciptaan bersama, dan pertukaran pengetahuan. Hubungan kuat kami dengan mitra di Prancis menegaskan posisi Hong Kong sebagai landasan peluncuran inovasi menuju pasar internasional,” ujar Wong.
Menurutnya, kehadiran HKSTP di VivaTech sejalan dengan misi membuka akses yang lebih luas bagi startup Hong Kong ke pasar Eropa, sekaligus menghadirkan peluang bagi inovator Eropa untuk memasuki pasar Asia melalui kawasan Greater Bay Area (GBA) yang mencakup Guangdong, Hong Kong, dan Makau.
Perluas Kemitraan dengan Bouygues Construction
Salah satu sorotan utama dalam VivaTech 2026 adalah perluasan kemitraan HKSTP dengan Bouygues Construction, perusahaan konstruksi dan infrastruktur berkelanjutan asal Prancis yang beroperasi di lebih dari 60 negara.
Melalui anak usahanya di Hong Kong, Dragages Hong Kong, Bouygues telah berkontribusi selama lebih dari 70 tahun dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur penting di wilayah tersebut. Kerja sama dengan HKSTP difokuskan pada pengembangan inovasi di bidang keselamatan konstruksi, desain modular, material ramah lingkungan, dan otomatisasi lokasi proyek.
HKSTP juga menjadi institusi pertama dan satu-satunya di Hong Kong yang menghubungkan startup teknologi secara langsung ke program Scale One milik Bouygues Construction. Program tersebut dirancang untuk mempercepat proses prototipe hingga komersialisasi teknologi.
Ke depan, Bouygues Construction akan membuka kesempatan bagi startup terpilih dari Hong Kong untuk mempresentasikan solusi teknologi mereka di kantor pusat perusahaan di Prancis, termasuk peluang validasi teknologi dan uji coba operasional di berbagai proyek Eropa.
Paviliun Teknologi Hong Kong Tampilkan 24 Startup
Dalam kesempatan yang sama, Hong Kong Tech Pavilion yang diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) dengan dukungan HKSTP menampilkan 24 perusahaan teknologi yang menghadirkan solusi siap pasar di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi hijau, dan teknologi kesehatan.
Kehadiran paviliun tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas inovasi antara Hong Kong dan Eropa, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas kawasan yang lebih luas di masa mendatang.







