BEIJING, SINKAP.info – Transformasi energi bersih di China terus mengalami percepatan seiring pesatnya pengembangan tenaga angin dan surya. Namun, di balik capaian tersebut, muncul tantangan baru terkait pengelolaan limbah peralatan energi terbarukan yang telah memasuki masa akhir operasional.
Berdasarkan data hingga Maret 2025, kapasitas terpasang gabungan tenaga angin dan surya di China telah melampaui 1,48 miliar kilowatt, bahkan untuk pertama kalinya melampaui kapasitas pembangkit listrik berbasis termal. Meski demikian, peralatan generasi awal yang dirancang bertahan selama 20 hingga 25 tahun kini mulai memasuki fase pensiun massal.
Diperkirakan, pada 2050 volume limbah panel surya akan mencapai 20 juta ton, sementara limbah bilah turbin angin diproyeksikan menyentuh 3 juta ton pada 2035. Kondisi ini menjadikan pengelolaan limbah energi hijau sebagai tantangan besar bagi industri.
Menanggapi hal tersebut, China Energy Investment Corporation melalui anak usahanya, CHN Energy Longyuan Environmental Protection Co., Ltd., menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Pembangunan hijau sejati tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memastikan terciptanya siklus tertutup melalui solusi pengelolaan akhir masa pakai,” ujar Wakil General Manager perusahaan, Hou Bo.
Sebagai perusahaan dengan kapasitas pembangkit tenaga angin terbesar di dunia, CHN Energy mencatat total kapasitas gabungan angin dan surya mendekati 120 juta kilowatt atau sekitar 10 persen dari total nasional.
Setelah melalui berbagai terobosan teknologi, pada Oktober 2025 perusahaan ini berhasil mengoperasikan lini demonstrasi daur ulang modul fotovoltaik skala kiloton yang dikembangkan secara mandiri. Selain itu, fasilitas baru di Zhangjiakou dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 dengan kapasitas pengolahan lebih dari 10.000 ton limbah per tahun.
Tidak hanya fokus pada teknologi, perusahaan juga berperan aktif dalam pengembangan standar industri. CHN Energy Longyuan Environmental Protection memimpin pembentukan komite khusus pemanfaatan sirkular peralatan energi terbarukan di bawah China Association of Circular Economy serta terlibat dalam penyusunan sekitar 17 standar internasional, nasional, dan industri.
Menurut Hou Bo, penguatan kolaborasi antara industri, akademisi, riset, dan aplikasi menjadi kunci dalam mengatasi tantangan ini sekaligus mendorong pertumbuhan sektor baru berbasis ekonomi sirkular.
Upaya CHN Energy ini dinilai sebagai langkah penting dalam menutup “last mile” pengembangan energi hijau, yakni memastikan bahwa seluruh siklus hidup peralatan energi terbarukan tetap ramah lingkungan hingga tahap akhir penggunaannya.







