JTEKT Bangun Solar Carport Raksasa, Hemat Listrik 40 Persen dan Pangkas Emisi Karbon

Bisnis, GLOBAL259 Dilihat

TOKYO, SINKAP.info JTEKT Corporation, pemasok utama grup Toyota Group, resmi mengoperasikan proyek solar carport berkapasitas 2 megawatt (MWp) di fasilitas produksinya di Prefektur Kagawa, Jepang.

Proyek ini dikembangkan melalui skema perjanjian pembelian listrik (Power Purchase Agreement/PPA) selama 20 tahun bersama Peak Energy. Sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.500 megawatt-jam (MWh) listrik per tahun.

Dengan memanfaatkan energi surya secara langsung di lokasi pabrik, JTEKT memperkirakan dapat menghemat hingga 40 persen biaya listrik dibandingkan penggunaan listrik dari jaringan umum.

Instalasi solar carport ini mencakup sekitar 640 area parkir dan diselesaikan dalam waktu lima bulan. Selain efisiensi biaya, proyek ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi karbon hingga 1.090 ton CO₂ per tahun, setara dengan menghilangkan sekitar 230 kendaraan dari jalan.

MENARIK DIBACA:  AUX Mulai Perdagangan di Bursa Hong Kong, Bukti Ambisi Ekspansi Global

Manajer Pabrik Kagawa JTEKT, Yoshioka, mengatakan proyek ini merupakan bagian dari target perusahaan untuk menurunkan emisi karbon sebesar 60 persen pada 2030 dibandingkan level 2013.

“Kami terus mendorong efisiensi energi di lini produksi sekaligus mengembangkan sumber energi bersih. Kolaborasi ini memungkinkan pemanfaatan area parkir menjadi pembangkit listrik ramah lingkungan,” ujarnya.

Dalam proyek ini, Peak Energy bertanggung jawab atas desain, pembiayaan, instalasi, hingga operasional dan pemeliharaan sistem selama masa kontrak. Listrik yang dihasilkan sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik.

MENARIK DIBACA:  Konklaf Vatikan Dimulai, Kardinal Suharyo Ikut Tentukan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik

CEO Peak Energy, Gavin Adda, menilai proyek ini sebagai contoh nyata transformasi industri menuju energi bersih.

“Perusahaan manufaktur kini mencari solusi energi yang efisien, stabil, dan berkelanjutan. Proyek ini menunjukkan bagaimana fasilitas industri dapat beradaptasi tanpa mengganggu operasional,” katanya.

Pengembangan solar carport dinilai menjadi solusi efektif bagi industri di Jepang yang menghadapi keterbatasan lahan, sekaligus tekanan biaya energi akibat ketergantungan pada impor.

Langkah JTEKT ini mencerminkan tren yang semakin kuat di kalangan industri manufaktur Jepang untuk beralih ke energi terbarukan berbasis lokasi, guna menjaga stabilitas biaya dan mendukung target dekarbonisasi jangka panjang.