Beranda SUMATERA UTARA Labuhan Batu

Mobil Tangki Dihadang Sekelompok Orang, Wartawan Ikut Jadi Korban Penganiayaan

614

LABUHANBATU, Sinkap.info – Aksi sekelompok orang yang menghadang mobil tangki saat melintas membawa BBM jenis solar di jalan Lintas umum Ajamu Kecamatan Panai Hulu berujung dilaporkan ke pihak polisi di Mapolres Labuhanbatu.

Pasal nya, salah seorang oknum wartawan media online (indahsuaranews.red) bernama Budi Hermansyah Saragih diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tak dikenal yang menghadang jalan masuk mobil tangki BBM Jenis solar.

“Benar bg, saya telah dianiaya oleh sekelompok orang. Insiden itu, terjadi sekira pada Rabu malam (17/3) pukul 22.49 wib,” kata Budi mengawali.

Penganiayanan wartawan yang menjadi korban ini terjadi disekitaran jalan Lintas umum dusun Sei Cina desa Teluk Sentosa, kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Budi menceritakan, bermula saya dikabari oleh teman saya bernama M Ridwan Harahap bahwa telah terjadi peristiwa penghadangan mobil tangki yang dilakukan oleh sekelompok orang. Menerima informasi itu, saya langsung membasuh wajah dan bergegas ke lokasi seiring ingin meliput kejadian tersebut.

“Saya pun turut kelapangan. Nah, sekira pukul, 21.00 wib saya bersama empat teman lain nya tiba di lokasi,” ucap Budi.

Tempat kejadian pertama, Budi menerangkan, saya bersama teman lainnya melihat mobil tangki sedang parkir pada posisi berbalik arah. Lalu saat itu, saya tanyakan supir nya kenapa posisi mobil parkir berbalik arah. Supir itu menjawab bahwa ia diperintahkan oleh sekelompok orang tak dikenal untuk pulang alias balik kanan.

“Nah, melihat kondisi seperti itu, teman saya M Ridwan Harahap bersama teman lainnya menyuruh mobil tangki itu kembali putar arah untuk melanjutkan perjalanan nya ke Kecamatan Panai Hilir,” beber Budi.

“Setelah mobil tangki itu kembali berputar melanjutkan perjalanan nya, saya bersama teman lain nya menyambangi Kantor Pos Kepolisian Sektor Panai Tengah yang kebetulan kawasan nya tidak jauh dari TKP pertama,” tambahnya.

Setelah tiba di Kantor Pos Kepolisian setempat, sambung Budi, saya dan teman lainnya menunggu petugas yang kebetulan saya lihat tidak ada satu orang pun yang berjaga. Hingga beberapa menit berlalu, teman saya bernama M Ridwan Harahap menerima panggilan seluler dari supir bahwa mobil yang dikendarai nya kembali dihadang sekelompok orang.

“Saya bersama teman lain nya bergegas kembali ke arah TKP pertama, sekira 100 meter dari TKP pertama saya melihat mobil berhenti dipinggir badan jalan dikelilingi beberapa orang lelaki,” terang Budi.

Diceritakan Budi lebih lanjut, saya dan teman menghampiri dan bertanya alasan dan dasar apa menghadang dan memberhentikan mobil tangki tersebut.

“Apa hak mobil ini melintas. Kami tidak ijinkan mobil ini melintas, ucap salah seorang dari mereka,” beber Budi menceritakan.

Kemudian terjadi adu argumen, M Ridwan Harahap teman Budi menjelaskan berulang kali bahwa BBM yang dibawa Mobil tangki itu memiliki dokumen yang jelas. Akan tetapi, pada saat saya turut menjelaskan duduk persoalan nya saya langsung dipepet sekelompok orang sekitar 10 orang.

“Sekelompok orang yang datang menghampiri dan memukul mata saya,” ujar Budi sambil menunjukkan ke arah mata memarnya.

Selang waktu kejadian, pihak Kepolisian Polsek Panai Tengah tiba di lokasi kejadian. Diketahui Pelaku penganiayaan juga berada ditempat, namun pihak Kepolisian Panai Tengah tidak melakukan pengamanan terhadap pelaku.

“Saat petugas Polsek Panai Tengah tiba di TKP, pelaku berada disitu. Saya minta Kanit Res nya mengamankan pelaku. Namun, kata Kanit nya, kalau kita ambil tindakan disini khawatir nanti ribut. Sabar ya bang Bud. Itu ucapan Kanit Res nya,” ketus Budi kecewa.

Menurut Budi korban aniaya, ia bersama teman lain nya diarahkan ke Kantor Pos Polisi untuk membuat laporan.

“Agar gaung lebih besar, saya diarahkan melapor ke Polres Labuhanbatu. Itu yang disampaikan Kapolsek Panai Tengah kepada saya,” terang Budi saat menjumpai AKP Rusdi Koto Kapolsek Panai Tengah.

Wartawan yang menjadi korban diduga penganiayan Budi H Siragih resmi melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Mapolres Labuhanbatu, Jumat (19/3).

Atas semua peristiwa itu, pinta Budi, ia berharap pihak Kepolisian Resor Labuhanbatu segera mengamankan pelaku dan ia berharap perkara kejadian yang menimpa dirinya tidak berlarut-larut.

Menanggapi kejadian tersebut, Akhmat Saipul Sirait, SH, Mantan Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu angkat bicara. Pria (38Th) membenarkan Insiden pemukulan kepada oknum wartawan.

“Saat itu saya berada ditempat perkara. Saya menyaksikan pemukulan tersebut. Bahwa, wartawan media online indahsuaranews bernama Budi Hermansyah Saragih dipukul,” tegas Akhmat saipul.

Malam itu saya bersama korban, ungkap Saipul menjadi saksi mata ditempat kejadian, Saat itu posisi saya tidak berdaya. Saya dikerumuni dan hanya bisa pasrah. Mereka ramai, saya lihat sekumpulan lelaki itu berkisar 15 orang.

“Harapan saya kejadian ini jangan pernah terulang lagi. Mari sama sama kita berpikir objektif. BBM yang disuplai ke Kecamatan Panai Hilir murni untuk kebutuhan nelayan. Coba bayangkan, jika BBM di Kecamatan Panai Hilir sulit didapat apa jadi nya perekonomian warga nelayan di Kabupaten Labuhanbatu,” beber mantan anggota DPRD Akhmat saipul menjelaskan.

“Ini potret buram bagi kita, untuk itu saya harapkan partisipasi dari semua pihak, jangan sampai terjad sekelompok premanisme yang mempersulit apalagi terjadi korban penganiayaan seperti ini,” tandasnya.

Facebook Comments