Sen. Agu 26th, 2019

SINKAP

Suara Anak Bangsa

Kisah Perseteruan Anak untuk Mengemban Amanah Hak Asuh dikala Orang tuanya Lansia

Ilustrasi gambar "kisah anak berbakti kepada orang tuanya

SINKAP – Beda cara pandang akan membentuk pola prilaku yang berbeda pula tentunya ini dipengaruhi oleh berbagai dasar kehidupan yang dipengaruhi oleh budaya, adat, norma dan agama sehingga membentuk budi pekerti yang mencerminkan ketertarikan kita untuk mempelajari sisi sosial dalam berinteraksi sesama manusia. Interaksi hubungan secara horizontal yakni sesama manusia dimulai dari orang terdekat adalah keluarga dan didalam keluarga yang sangat dekat sekali yaitu orang tua yang sudah membesarkan kita.

Memetik pelajaran yang dikutip dari sebuah kebiasan dalam perlakuan seorang anak kepada orang tuanya menjadi hikmah refleksi untuk kita lakukan ditempat kita. Ini cara kebanyakan yang dilakukan seorang anak di tanah Mekah sebagai pusat ibadah umat Islam. Mayoritas Islam yang ada di Indonesia bisa mengambil percontohan untuk diterapkan dan menjadi kebiasaan baik dalam artian sebagai bukti pengabdian anak kepada orang tuanya. Berikut kebiasaan seorang anak kepada orang tuanya yang sudah menghadapi usia lansia. Kisah dibawah ini kita akan mengambil kesimpulan sisi beda cara dan kebiasaan yang ada ditempat kita dan cara perlakuan yang ada di Saudi arabia/

Bermula tentang  perseteruan dg saudaranya ?

MENARIK DIBACA:  Ingin Kuliah Sambil Kerja. Kenapa tidak? Simak strategi memulai dan menjalaninya

Tentang tanah ?

atau warisan yg mereka saling perebutkan ?

👋 Bukan karena itu semua !

Dua Orang Kakak Beradik (Di Saudi Arabia) Berseteru Memperebutkan Hak Asuh pemeliharaan terhadap ibunya Hingga ke Pengadilan. Di salah satu pengadilan Qasim, Kerajaan Saudi Arabia, berdiri Hizan al Fuhaidi dgn air mata yg bercucuran hingga membasahi janggutnya…

Kenapa ?

Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg telah keriput,

Seumur hidupnya, beliau tinggal dengan Hizan yg selama ini menjaganya,, Tatkala beliau telah semakin tua, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, Untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dll di kota jauh lebih lengkap daripada di desa,,

Namun Hizan menolak dgn alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di situ, hingga berlanjut ke pengadilan!! Sidangpun dimulai, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis. Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sudah tua renta yg beratnya sudah tdk sampai 40 Kg!!

MENARIK DIBACA:  Revitalisasi Pendidikan Vokasi untuk Memperkuat Daya Saing Bangsa

Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lebih berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim,

ia pun menjawab, sambil menunjuk ke Hizan,
“Ini mata kananku!”

Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata,
“Ini mata kiriku!!

Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kepada adik Hizan,
berdasar pertimbangan kemaslahatan bagi si ibu!!

Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!! Air mata penyesalan karena tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!! Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!!

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak-anaknya!! Ini adalah pelajaran yang sangat mahal tentang berbakti pada orang tua.

Ya ALLAH, Roob kami!! Anugerahkan kepada kami keridhoan ibu kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepadanya!!”_

Semoga yang ikut “bagikan” tausiyah ini semua dosanya diampuni Allah, diangkat derajatnya, dikabulkan segala hajatnya dan bersama pasangan yang sakinah serta anak-anak yang sholeh/sholeha hingga dimasukan surga bersama anak cucunya.. Aamiiin!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »