Wabup Jamri Ungkap Peran Penting Santri, Ini Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

Labuhan Batu95 Dilihat

LABUHANBATU, SINKAP.info – Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Lapangan Ika Bina Rantauprapat, Kamis (22/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para santri untuk memperkuat kontribusi dalam pembangunan bangsa dengan menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi tanpa meninggalkan nilai agama serta akhlak mulia.

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus mempersiapkan generasi unggul untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam upacara tersebut, Jamri membacakan pidato tertulis Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam amanatnya, ia mengingatkan kembali sejarah perjuangan santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan tersebut tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi salah satu pemicu perlawanan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan, yang kemudian mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Peristiwa tersebut mengajarkan kepada kita bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa,” ujar Jamri.

MENARIK DIBACA:  Bupati Lepas Kontingen Festival Tunas Bahasa Indonesia Tingkat Provinsi

Ia menegaskan, mengenang jasa para pendahulu tidak cukup dilakukan melalui seremoni semata. Semangat perjuangan tersebut harus diwujudkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi negara.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki daya saing untuk menghadapi berbagai tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, para santri didorong agar percaya diri dan tidak membatasi peran dalam berbagai bidang kehidupan.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia,” tuturnya.

Jamri juga mengutip pepatah yang dikenal luas di lingkungan pesantren, “Man jadda wajada”, yang berarti barang siapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil. Pepatah tersebut menjadi motivasi bagi para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain menyoroti peran santri, Jamri menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan regulasi dan kelembagaan pesantren pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama yang secara khusus menangani pengembangan dan penguatan pesantren.

MENARIK DIBACA:  Hadiri Rakor Bupati Labuhanbatu Berikan Arahan Kepada Camat dan Kades

Keberadaan direktorat tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan tiga fungsi utama pesantren, yakni fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Pada akhir amanatnya, Jamri menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya menjadi milik kalangan santri atau umat Islam, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia yang menghargai sejarah perjuangan bangsa dan mencintai Tanah Air.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan semangat “Hubbul wathan minal iman”, yang berarti mencintai Tanah Air merupakan bagian dari iman, sebagai landasan memperkuat persatuan dan gotong royong.

“Selamat Hari Santri Tahun 2026. Teruslah menjaga tradisi, mengembangkan inovasi, memperkuat persaudaraan, dan mengabdikan diri untuk negeri,” pungkasnya.

Upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Kantor Kementerian Agama, para staf ahli bupati, asisten Sekretaris Daerah Kabupaten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.