CPF Perluas Program Telur Bergizi ke 1.030 Sekolah, Ribuan Anak Thailand Nikmati Manfaatnya

Bisnis, GLOBAL57 Dilihat

BANGKOK, SINKAP.info – Charoen Pokphand Foods Public Company Limited (CPF) memperluas program Eggs for Next Gen ke 1.030 sekolah di seluruh Thailand sebagai upaya meningkatkan akses anak-anak terhadap pangan bergizi sekaligus memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Program yang dijalankan bersama Charoen Pokphand for Rural Lives’ Development Foundation tersebut menambahkan 12 sekolah baru pada 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang CPF untuk menyediakan sumber protein berkualitas bagi anak-anak melalui produksi telur segar yang berkelanjutan di sekolah.

Berdasarkan data yang dikutip dalam keterangan perusahaan, sekitar satu dari 10 anak di bawah usia lima tahun di Thailand mengalami kemiskinan pangan anak dalam kategori parah. Data nasional juga menunjukkan 13 persen anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting dan 7 persen memiliki berat badan di bawah standar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan, tetapi juga akses yang konsisten terhadap pangan yang aman dan bergizi.

Diluncurkan pada 1989, program Eggs for Next Gen tidak sekadar menyediakan bahan pangan untuk konsumsi siswa. Sekolah peserta mendapatkan dukungan berupa kandang unggas, peralatan, ayam petelur, serta pakan ternak.

Selain itu, guru dan siswa memperoleh pendampingan teknis mengenai kesehatan hewan, pengelolaan peternakan, sanitasi, perencanaan produksi, dan pengelolaan telur.

MENARIK DIBACA:  V-GREEN Bangun Ribuan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik, Filipina Siap Sambut Era Elektrifikasi

Melalui pendekatan tersebut, sekolah diharapkan mampu memproduksi telur segar secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan makanan siswa. Apabila terdapat kelebihan produksi, telur dapat dikelola untuk menghasilkan pendapatan bergulir yang digunakan kembali guna mendukung keberlanjutan produksi berikutnya.

Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 1.030 sekolah di 74 provinsi di Thailand. Penerima manfaatnya mencakup lebih dari 229.502 siswa, 17.447 tenaga pendidik dan kependidikan, serta 2.690 komunitas.

Program ini juga telah melibatkan lebih dari 523 penyandang disabilitas dan menargetkan produksi sekitar 28 juta butir telur dalam setiap siklus produksi.

CPF menilai, penyediaan pangan bergizi secara berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan produksi. Ketersediaan, keterjangkauan, keamanan, dan kualitas pangan juga menjadi faktor penting dalam membangun sistem pangan yang tangguh.

Dengan mendorong produksi telur di lingkungan sekolah, program ini berupaya mendekatkan sumber protein berkualitas kepada anak-anak sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang pertanian. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan sekolah dan masyarakat dalam jangka panjang.

Sebagai perusahaan pangan dan agroindustri terintegrasi global yang memiliki operasi dan investasi di 17 negara serta mendistribusikan produk ke lebih dari 50 negara, CPF mengusung visi Kitchen of the World atau Dapur Dunia.

MENARIK DIBACA:  Hong Kong Gelar Global Talent Summit, Bahas Masa Depan Kerja Era AI Global

Visi tersebut menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu fokus utama, termasuk melalui peningkatan kualitas dan keamanan pangan, pemenuhan kebutuhan gizi, produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan rantai pasok berkelanjutan.

Kepala Corporate Affairs and Investor Relations CPF, Kobboon Srichai, mengatakan bahwa ketahanan pangan harus memastikan masyarakat dapat mengakses makanan yang aman, dapat ditelusuri asal-usulnya, dan terjangkau, baik saat ini maupun pada masa mendatang.

“Untuk mewujudkannya, kita perlu memperkuat seluruh sistem pangan, mulai dari produksi hingga akses. Dengan menggabungkan teknologi dan otomasi, kemitraan yang kuat, serta kemajuan bioteknologi dan nutrisi, kita dapat meningkatkan kualitas sekaligus ketahanan sistem pangan,” ujar Kobboon.

Ia menambahkan, program Eggs for Next Gen menunjukkan bagaimana kemampuan perusahaan dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap gizi berkualitas, sekaligus membantu sekolah dan masyarakat membangun kemandirian pangan dalam jangka panjang.

Dengan perluasan jangkauan menjadi 1.030 sekolah, CPF melanjutkan upaya mengintegrasikan penyediaan pangan bergizi, pengembangan keterampilan pertanian, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung pertumbuhan anak yang lebih sehat serta sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.