Sultan Deli XIV Dorong Kolaborasi Lintas Sektor, PRKBI Sumut Hadapi Perubahan Iklim

Medan35 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Sultan Deli XIV, Seri Paduka Tuanku Mahmud Arya Lamantjiji Perkasa Alam Shah, mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Sumatera Utara.

Menurut Sultan, pembangunan rendah karbon bukan lagi sekadar pilihan dalam arah pembangunan, tetapi menjadi kebutuhan untuk memastikan pembangunan daerah dan nasional tetap berjalan secara berkelanjutan sekaligus mampu menghadapi tantangan perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat menghadiri Diskusi Tim Ad Hoc Forum PRKBI Sumatera Utara di Srikandi Coffee, Medan, Jumat (25/9/2026).

“Pembangunan Rendah Karbon adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dukung untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan. Wadah forum PRKBI yang mensinergikan berbagai pihak sangat strategis untuk memperkuat implementasi PRKBI di lapangan,” ujar Sultan Deli XIV.

Ia menilai persoalan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan berkelanjutan tidak dapat ditangani pemerintah secara sendiri. Keterlibatan akademisi, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai diperlukan untuk memperkuat implementasi PRKBI.

MENARIK DIBACA:  Maya Hasmita Hadiri Peresmian 6.110 Posbakum, Akses Hukum Warga Kian Mudah

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, berbagai pihak harus terlibat dalam mengimplementasikan PRKBI. Melalui forum inilah kolaborasi yang kuat akan terbangun,” tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Sultan Deli XIV juga mengambil peran sebagai salah satu anggota Tim Ad Hoc yang terlibat dalam merancang dan menyusun framework atau kerangka kerja Forum PRKBI Sumatera Utara.

Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan berbagai perspektif dan kepentingan dalam membangun kerangka kolaborasi yang dapat mendorong pelaksanaan PRKBI secara lebih konkret di Sumatera Utara.

Diskusi turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lintas lembaga. Di antaranya Ir. Soekirman, tokoh senior sekaligus Brand Ambassador Asian Local Governments for Organic Agriculture (ALGOA); Prof. Hamdani Harahap, akademisi senior Universitas Sumatera Utara (USU); perwakilan Center for Environment and Disaster Management Association (CEDMA) USU; LSM Bitra Indonesia; Yayasan Kemanusiaan Ibu (YKI); Gugah Nurani Indonesia; serta Bapperida Provinsi Sumatera Utara.

MENARIK DIBACA:  BOSTERI: Camilan Ikan Teri Asal Medan Tembus Pasar Ekspor Jepang

Pertemuan tersebut membahas arah, kerangka kerja, dan pola kolaborasi yang diperlukan dalam membangun Forum PRKBI Sumatera Utara. Forum diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi berkembang menjadi wadah untuk menyelaraskan kebijakan dan mendorong aksi nyata.

Pelaksanaan diskusi difasilitasi OPML dan PT Hatfield melalui dukungan program Low Carbon Development Initiative (LCDI). Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses penguatan agenda pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumatera Utara.

Melalui Forum PRKBI Sumatera Utara, para pemangku kepentingan diharapkan memiliki ruang bersama untuk mengembangkan gagasan, menyelaraskan kebijakan, membangun jejaring, serta mendorong aksi kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, agenda PRKBI diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program yang lebih konkret, sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan masyarakat di Sumatera Utara.