HAIKOU, SINKAP.info – Konferensi Internasional Ekosistem Hutan Hujan Tropis 2026 akan digelar di Haikou, Provinsi Hainan, China, pada 18–22 November 2026. Kegiatan ini mempertemukan perwakilan hutan hujan tropis dari berbagai belahan dunia untuk memperkuat kerja sama dalam pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Mengusung tema “Global Treasures, Shared Future”, konferensi tersebut melibatkan perwakilan kawasan hutan hujan Amazon, Cekungan Kongo, Kepulauan Melayu, serta Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.
Hutan hujan tropis memiliki peran penting bagi keseimbangan ekosistem bumi. Meski mencakup kurang dari 10 persen daratan dunia, kawasan ini menjadi habitat bagi lebih dari separuh spesies tumbuhan dan hewan di dunia.
Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan sendiri memiliki luas lebih dari 4.269 kilometer persegi dan melindungi lebih dari 95 persen hutan primer di Pulau Hainan. Kawasan tersebut mencatat tingkat tutupan hutan sebesar 95,9 persen serta kualitas air dan udara dengan tingkat kelayakan mencapai 100 persen.
Dalam lima tahun terakhir, kawasan konservasi ini juga mencatat perkembangan populasi owa Hainan (Hainan gibbon) yang meningkat menjadi 44 individu dalam tujuh kelompok. Selain itu, sebanyak 91 spesies tumbuhan dan satwa liar yang sebelumnya belum terdokumentasi berhasil ditemukan.
Konferensi ini akan menghadirkan dua forum utama dan empat forum paralel yang membahas konservasi sumber daya air, pemanfaatan pangan hutan secara berkelanjutan, pengembangan nilai ekonomi produk ekologis, serta pengelolaan karbon di kawasan hutan hujan tropis.
Selain perlindungan lingkungan, forum tersebut juga mendorong pengakuan warisan alam dan budaya Hainan melalui pengusulan Hutan Hujan Tropis Hainan dan Permukiman Tradisional Suku Li sebagai warisan dunia campuran UNESCO.
Sejumlah kegiatan pendukung turut disiapkan, di antaranya pameran fotografi hutan hujan tropis, pasar produk ekologis, pertunjukan budaya suku Li dan Miao, serta kunjungan lapangan untuk memperkenalkan kekayaan ekosistem Hainan kepada peserta.
Konferensi ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarnegara dalam menjaga kelestarian hutan hujan tropis sekaligus memperkuat kolaborasi global menghadapi tantangan lingkungan.







