USU Siapkan Pusat Unggulan Baru untuk Perkuat Ketahanan Iklim di Sumatera Utara

Medan43 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Universitas Sumatera Utara (USU) memperkuat komitmennya dalam mendukung implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Provinsi Sumatera Utara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan Center of Excellence Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (CoE PRKBI) yang digelar di Ruang Senat Rektorat Kampus USU, Senin (14/9).

Pembentukan CoE PRKBI merupakan bagian dari kolaborasi USU bersama Oxford Policy Management (OPM) dan PT Hatfield Indonesia melalui Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2).

CoE PRKBI diharapkan menjadi wadah pengembangan riset, penguatan kebijakan, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi multipihak untuk mendukung agenda pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di Sumatera Utara.

FGD tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III USU, Prof. Himsar Ambarita. Ia menegaskan kesiapan USU untuk mendukung pembentukan dan pengembangan CoE PRKBI.

“Kita siap mensupport penuh pembentukan CoE PRKBI ini. Inisiatif ini sangat sejalan dengan misi USU dalam memastikan pembangunan berkelanjutan dapat terwujud,” ujar Prof. Himsar.

Menurutnya, pembentukan CoE PRKBI menjadi salah satu fokus penting USU ke depan. Melalui pusat unggulan tersebut, USU diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat implementasi PRKBI di Sumatera Utara.

MENARIK DIBACA:  Wali Kota Tebing Tinggi Serahkan LKPD 2025, Tegaskan Komitmen Transparansi Anggaran Daerah

Senior Provincial Coordinator LCDI-OPM, Dr. Agus Marwan, M.SP, turut mengapresiasi komitmen USU dalam mendorong penguatan agenda pembangunan rendah karbon di daerah.

Ia menjelaskan, CoE PRKBI diharapkan menjalankan sejumlah fungsi strategis, di antaranya riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, dukungan kebijakan strategis atau policy advisory, pengembangan data, pemodelan dan sistem Monitoring, Reporting and Verification (MRV).

Selain itu, CoE PRKBI juga diarahkan menjadi pusat pengembangan kapasitas, inovasi, serta pusat pengetahuan dan kemitraan atau knowledge and partnership hub.

“Komitmen USU untuk membentuk kelembagaan CoE PRKBI merupakan langkah strategis yang sangat penting. Kami berharap pusat unggulan ini dapat menjadi simpul kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan mitra pembangunan,” kata Agus Marwan.

Sementara itu, perwakilan Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Andriadi, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra pembangunan dalam memperkuat implementasi PRKBI di tingkat regional.

Menurutnya, keberadaan CoE PRKBI di USU diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan ilmiah kepada pemerintah daerah, khususnya dalam proses perencanaan, implementasi program, penguatan kapasitas, serta pengembangan inovasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim.

MENARIK DIBACA:  Sumatera Utara Perkuat Kolaborasi Multipihak Wujudkan Pembangunan Rendah Karbon Berkelanjutan

FGD tersebut difasilitasi Public Policy Specialist PT Hatfield Indonesia, Hamdani Harahap. Kegiatan dihadiri jajaran pimpinan dan pejabat di lingkungan USU, perwakilan Bapperida Provinsi Sumatera Utara, Bapperida Kota Medan, Bapperida Kota Binjai, serta Bapperida Kabupaten Deli Serdang.

Dalam forum tersebut, peserta memberikan masukan terkait model kelembagaan, fungsi strategis, mekanisme kerja, hingga peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui CoE PRKBI.

Hasil diskusi selanjutnya akan menjadi dasar dalam penyusunan kerangka kelembagaan dan rencana pengembangan pusat unggulan tersebut.

Pembentukan CoE PRKBI di USU diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim di Sumatera Utara. Pusat unggulan ini diharapkan mampu menghasilkan inovasi, rekomendasi kebijakan, pengembangan kapasitas, serta dukungan teknis bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) merupakan program kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) untuk mendorong implementasi pembangunan rendah karbon di Indonesia.