Bupati Asmar Perkuat Kerja Sama Malaysia Demi Peluang Kerja Beasiswa dan Investasi Meranti

MERANTI, SINKAP.info – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat hubungan strategis dengan Malaysia melalui audiensi bersama Konsulat Malaysia di Pekanbaru. Pertemuan tersebut membuka berbagai peluang kerja sama di sektor ketenagakerjaan, perdagangan, pendidikan, investasi, hingga penguatan pengelolaan kawasan perbatasan.

Audiensi berlangsung di Aula Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (9/7/2026), dipimpin langsung Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn.) H. Asmar, didampingi Wakil Bupati Muzamil Baharudin.

Turut hadir Konsul Malaysia di Pekanbaru, Muhammad Husni Sahiran bin Ismail, Atase Imigrasi Konsulat Malaysia Pekanbaru, Khushaima binti Syed Abdul Rahman, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli, serta para asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Dalam sambutannya, Bupati Asmar menegaskan bahwa letak geografis Kepulauan Meranti yang berbatasan langsung dengan Malaysia, khususnya Johor, menjadi modal strategis untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kedekatan geografis, sejarah, budaya, dan bahasa merupakan modal besar untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Kami ingin memastikan masyarakat Kepulauan Meranti memperoleh peluang kerja yang legal, akses perdagangan yang lebih luas, serta kesempatan pendidikan yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Asmar.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah penguatan tata kelola penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berkomitmen mendorong penempatan tenaga kerja secara legal, aman, tertib, dan memiliki kepastian hukum agar perlindungan serta kesejahteraan pekerja migran semakin terjamin.

Selain itu, kedua pihak membahas peluang peningkatan perdagangan antara Kepulauan Meranti dan Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asmar memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan daerah yang dinilai memiliki potensi besar menembus pasar Malaysia, di antaranya sagu, kelapa, kopi liberika, karet, pinang, serta berbagai hasil perikanan.

MENARIK DIBACA:  Bersama Unsur Forkopimda, Plt Bupati Asmar Zoom Meeting dengan Kapolri dan Panglima TNI

Menurutnya, komunikasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk memperluas akses pasar sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Di sektor pendidikan, Pemkab Kepulauan Meranti juga mendorong terjalinnya kerja sama pendidikan vokasi dengan sejumlah institusi di Malaysia. Program tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat regional.

Sementara itu, Wakil Bupati Muzamil Baharudin mengungkapkan masih tingginya jumlah pekerja migran asal Kepulauan Meranti yang bekerja di Malaysia melalui jalur nonprosedural.

Menurutnya, sekitar 85 persen pekerja migran yang masuk melalui Batu Pahat dan Kukup belum menggunakan mekanisme resmi. Sebagian besar bekerja di sektor perkebunan, konstruksi, restoran, kebersihan, dan jasa pelayanan.

“Kondisi ini meningkatkan risiko eksploitasi, penipuan, minimnya perlindungan hukum, hingga tidak adanya jaminan kesehatan dan keselamatan kerja,” kata Muzamil.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi agar masyarakat dapat bekerja sebagai tenaga kerja terampil (skilled worker) dengan perlindungan hukum serta penghasilan yang lebih baik.

Di bidang ekonomi, Muzamil juga menyampaikan bahwa Pemkab Kepulauan Meranti telah mengundang sejumlah pelaku usaha dari Johor Bahru untuk melihat langsung potensi perkebunan, perikanan, dan komoditas unggulan daerah sebagai langkah membuka peluang investasi dan perdagangan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Konsul Malaysia di Pekanbaru, Muhammad Husni Sahiran bin Ismail, menyambut baik inisiatif Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan menyatakan siap menindaklanjuti hasil pembahasan bersama kementerian serta instansi terkait di Malaysia.

MENARIK DIBACA:  Promosi Digital Pariwisata Digencarkan, Meranti Targetkan Masuk KSPN dan Mendunia Tahun Ini

“Semua hasil pembahasan pada hari ini akan kami sampaikan kepada kementerian dan instansi terkait di Malaysia untuk ditindaklanjuti sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.

Ia menyebut sektor ketenagakerjaan menjadi salah satu bidang yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan.

“Saat ini sejumlah rumah sakit swasta di Malaysia masih membutuhkan tenaga perawat dalam jumlah besar. Ini menjadi peluang bagi putra-putri Kepulauan Meranti yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan melalui mekanisme penempatan tenaga kerja yang legal dan profesional,” katanya.

Selain itu, Husni juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kepulauan Meranti.

“Kami membuka peluang beasiswa melalui sejumlah perguruan tinggi di Malaysia. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat menginventarisasi calon mahasiswa yang berminat untuk diajukan melalui Konsulat Malaysia sebagai bagian dari proses seleksi,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Konsulat Malaysia juga menyatakan kesiapannya menjembatani kerja sama ekonomi antara pelaku usaha kedua negara.

“Kami siap memfasilitasi komunikasi antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dengan mitra usaha di Malaysia, termasuk membuka peluang kerja sama pemasaran produk unggulan daerah melalui Rosam Market Malaysia,” tutup Husni.

Audiensi ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti seluruh hasil pembahasan melalui komunikasi yang lebih intensif. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Konsulat Malaysia berharap berbagai peluang kerja sama tersebut dapat segera diwujudkan dalam program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Malaysia.