Bapperida Sumut Perkuat Implementasi Pembangunan Rendah Karbon Lewat Lokakarya PRKBI

Medan67 Dilihat

MEDAN, SINKAP.info – Pemerintah Provinsi Sumatra Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar lokakarya bertajuk “Penguatan Implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI)” di Cambridge Hotel Medan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan ketahanan iklim di daerah.

Lokakarya dibuka secara resmi oleh Kepala Bapperida Sumut, Dr. H. Dikky Anugerah, M.SP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Sumatra Utara telah menyelesaikan penyusunan dokumen Rencana PRKBI dan mengintegrasikannya ke dalam berbagai dokumen perencanaan daerah, mulai dari RPJMD, Renstra Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga RKPD.

Menurut Dikky, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program yang telah direncanakan dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata.

“PRKBI ini telah kita integrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah, baik di RPJMD, Renstra OPD, maupun RKPD. Saat ini, tantangan sesungguhnya bukan lagi pada penyusunan dokumen, melainkan memastikan seluruh rencana strategis PRKBI dapat terlaksana secara efektif dan tepat sasaran di lapangan,” ujarnya.

MENARIK DIBACA:  Honey Hadirkan Busana Berbalut Filosofi Cinta dan Kepercayaan Diri

Hal senada disampaikan Senior Provincial Coordinator Oxford Policy Management (OPML), Dr. Agus Marwan, S.IP., M.SP. Ia menegaskan bahwa setelah penyusunan dokumen selesai, fokus program Low Carbon Development Initiative Fase 2 (LCDI-2) kini beralih pada tahap pelaksanaan.

Menurut Agus, implementasi PRKBI harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan pembangunan daerah agar target pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim dapat tercapai secara nyata.

“Setelah dokumen Rencana PRKBI selesai disusun dan diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan daerah, inilah saatnya kita beralih fokus sepenuhnya pada implementasi di tingkat daerah. PRKBI harus menjadi ruh dalam setiap aksi pembangunan agar target-target ketahanan iklim dapat tercapai secara nyata,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Team Leader PT Hatfield Indonesia, Prof. Fauzi, turut memaparkan rencana program pendampingan yang akan dilaksanakan sepanjang 2026–2027 untuk mendukung implementasi LCDI-2 di Sumatra Utara.

MENARIK DIBACA:  Bekal Cerdas Perempuan Mandiri, Rumah Kawan Bunda dan Asosiasi Wanita Cerdas Dorong Literasi Digital

Lokakarya ini diikuti berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatra Utara, sejumlah OPD terkait, akademisi dari Lembaga Penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), hingga tim teknis PT Hatfield Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program LCDI-2, sebuah inisiatif kolaboratif antara Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) bersama Kementerian PPN/Bappenas RI. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menerapkan pembangunan rendah karbon dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

Melalui lokakarya ini, Bapperida Sumut berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antar-OPD sehingga implementasi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui program-program nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Sumatra Utara.