MERANTI, SINKAP.info – Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, serta bijak dalam menggunakan media sosial saat membuka pawai menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah/2026 Masehi di halaman Masjid Agung Darul Ulum, Selatpanjang, Senin (15/6/2026).
Pawai yang berlangsung meriah tersebut diikuti sekitar 2.000 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, santri pondok pesantren, majelis taklim, hingga organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketua Yayasan Fitrah Madani Meranti, KH Ahmad Fauzi, mengatakan peringatan Tahun Baru Hijriah merupakan momentum penting untuk melakukan hijrah dan muhasabah diri guna menjadi pribadi yang lebih baik.
“Jika tahun lalu kita merasa masih banyak kekurangan, maka di tahun ini kita harus menjadi lebih baik lagi. Momentum Tahun Baru Hijriah mengajarkan kita untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.
Menurut Ahmad Fauzi, peringatan Tahun Baru Islam juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan amal saleh serta menanamkan nilai-nilai hijrah kepada generasi muda sebagai bekal dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan pawai Tahun Baru Hijriah dapat terlaksana dengan baik dan meriah.
Sementara itu, Bupati Asmar menegaskan bahwa Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, persaudaraan, dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
“Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, mari kita terus menjaga kekompakan dan saling bergandengan tangan untuk membangun Kabupaten Kepulauan Meranti agar semakin baik ke depan,” kata Asmar.
Dalam kesempatan tersebut, Asmar juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mengedepankan kebersamaan dan tidak menginginkan adanya perpecahan antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami tidak menghendaki adanya perpecahan antara pemerintah dan masyarakat. Yang kita harapkan adalah kebersamaan dan kerja sama untuk membangun Meranti,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Asmar mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial dengan mengedepankan etika, tanggung jawab, dan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Menurutnya, kritik dan masukan yang disampaikan secara santun dan konstruktif merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah. Namun, masyarakat juga diminta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau konten yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan.
“Saya terbuka terhadap kritik dan masukan. Yang terpenting, mari kita sama-sama menjaga suasana yang kondusif dengan menyampaikan pendapat secara baik, berdasarkan fakta, dan bertujuan untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Asmar berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mengedepankan dialog, musyawarah, serta sikap saling menghormati dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak para tokoh agama, ulama, ustaz, kyai, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga persaudaraan, kerukunan, dan persatuan.
“Momentum Tahun Baru Hijriah ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk mempererat ukhuwah, menjaga keharmonisan sosial, dan bersama-sama membangun Meranti yang lebih maju, unggul, dan agamis,” pungkasnya.







