HONG KONG, SINKAP.info – Perusahaan ritel Asia DFI Retail Group bersama platform inovasi The Mills Fabrica resmi mengumumkan Number 8 Bio sebagai pemenang DFI Sustainability Innovation Challenge 2026. Kompetisi ini menarik lebih dari 40 proposal global yang berfokus pada upaya dekarbonisasi rantai pasok daging sapi dan susu.
Pengumuman pemenang dilakukan setelah sesi final pitching pada 5 Juni 2026 yang bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Number 8 Bio, perusahaan berbasis Australia, dinilai unggul melalui inovasi BetterFeed™, yaitu aditif pakan ternak yang mampu mengurangi emisi metana dari sapi dan domba sekaligus meningkatkan produktivitas hewan ternak.
Atas kemenangan tersebut, Number 8 Bio menerima hibah sebesar HK$120.000 serta peluang kerja sama dengan DFI Retail Group untuk uji coba dan pengembangan solusi di rantai pasok daging sapi dan susu di kawasan Asia.
CEO dan Co-Founder Number 8 Bio, Thomas Williams, menyampaikan bahwa partisipasi dalam kompetisi ini memberikan akses ke ekosistem industri dan investor yang mempercepat pengembangan teknologi mereka.
Ia menilai kolaborasi dengan pelaku industri besar membantu mempercepat penerapan solusi pengurangan emisi di sektor peternakan.
Sementara itu, Group Chief Executive DFI Retail Group, Scott Price, mengatakan bahwa pengurangan emisi Scope 3membutuhkan kolaborasi lintas rantai nilai. Ia menegaskan bahwa kompetisi ini membuka ruang bagi inovator untuk menguji solusi langsung dalam ekosistem bisnis nyata.
Menurutnya, inovasi seperti BetterFeed™ berpotensi mendukung transformasi sistem pangan yang lebih berkelanjutan di kawasan Asia.
Head of Asia The Mills Fabrica, Cintia Nunes, menambahkan bahwa tahap penting inovasi iklim saat ini bukan hanya menciptakan teknologi baru, tetapi memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara luas.
Ia menegaskan bahwa kemitraan dengan pelaku industri ritel besar menjadi kunci untuk mempercepat transisi menuju sistem pangan rendah emisi.
Kompetisi ini sendiri diikuti oleh berbagai inovator dari lima benua dengan solusi yang mencakup aditif pakan, bioteknologi, kecerdasan buatan, hingga sistem pemantauan digital untuk peternakan.
Beberapa finalis lain termasuk Provectus Algae dari Australia, AbacusBio dari Selandia Baru, eVerse.AI dari India, serta Kinava dari Korea Selatan yang menawarkan berbagai pendekatan untuk menekan emisi metana dan meningkatkan efisiensi produksi peternakan.
Pihak penyelenggara menyatakan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut melalui pendampingan, akses jaringan industri, serta peluang uji coba bagi para inovator untuk mempercepat adopsi teknologi di sektor pangan berkelanjutan.







